Thursday, April 28, 2016

Mengenalkan baca tulis

KEENAN ON THE GO

Dahulu  saya sering membaca koran atau majalah dengan suara keras disamping bayi Keenan. Entahlah apa yang didengar dan diketahuinya, ketika mulut saya bergerak dan intonasi suara berubah-ubah, maka bayi Keenan juga ikut mengoceh.

Genap usia satu tahun saya belikan buku bantal, dengan maksud belajar mengenal gambar dan huruf. Terlalu dini ya? Hahaha emang emaknya aja yang nepsong.
Usia dua tahun buku gambar dan crayon jadi mainan andalan diluar mobil-mobilan dan truk. Lebih tepatnya crayon, buku gambar kurang laku pada saat itu. Maka tembok rumah pun penuh hasta karya naturalisnya.

Baru saat usia tiga tahun, nafsu menggambar di tembok sudah jauh berkurang. Sasaran berikutnya buku gambar, buku tulis dan semua jenis kertas yang ada. Boros memang, buku gambar isi 10 lembar akan habis kurang dari 5 menit karena yang digambar atau ditulis dalam font teramat besar,serasa Arial 36. Hingga usianya  4,5 tahun , rasanya sudah 7 kali saya membelikan crayon dan lebih dari dua lusin buku mewarnai. Dan ajaibnya, coretan itu latihan.Cara mewarnai gambar semakin rapi, tidak banyak keluar garis dan rata. Sehingga saat ada lomba mewarnai di sekolah, Keenan mendapat  juara III  berhadiah 1 buah buku gambar yang langsung habis dan tas boboiboy yang belum satu jam suddah putus tali gendongnya . #tepokjidat

Pun ketika belajar mengenal huruf, angka serta huruf Hijaiyah .Baik menulis maupun membaca, ternyata anak balita memang daya hafalnya juara !
Benarlah Golden Age itu.

Hampir semua abjad capslock dan angka dapat disebutkan Keenan dengan jelas dan dituliskan dengan baik walau masih dengan font bueesaar dan menggak menggok.Abjad kecil sedang saya ajarkan meski masih sering bingung kenapa huruf ‘a’ ada yang bulat saja ada yang pakai payung.Seperti halnya huruf 'g' ada yang mirip angka 9 ada yang bulat-bulat.
Ketika menuliskan pun masih sering terbalik dari kanan ke kiri, seperti mengaji. Sedang saat mengaji sering mengeja dari kiri ke kanan. Hahaha riweuh juga menjelaskannya. Tapi tak apalah, saya yakin dengan pembiasaan dia akan tahu bedanya.
Hal yang masih saya bingungkan jawabannya adalah ketika Keenan bertanya,
Kenapa Bunda tidak sholat?
Ada yang punya jawaban bijak untuk anak balita , temans:-)