Friday, July 22, 2016

BPJS bisa untuk beli kacamata


BPJS PART THREE
Sudah pernah  beli kacamata dengan fasilitas BPJS ? Ternyata tidak terlalu rumit, hanya perlu bersabar saja.
Setelah lebih dari 4 tahun tidak ganti kacamata, mumpung ada fasilitas BPJS  mari ujicoba pelayanannya.
Alur mendapat layanan voucher kacamata via BPJS :
  1. Datangi fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes I)  dimana kita terdaftar. Bisa di Puskesmas, bisa di dokter keluarga. Minta surat rujukan dengan tujuan dokter spesialis mata di Rumah sakit tertentu.
  1. Daftar ke Poliklinik Mata dimana Rumah Sakit rujukan tersebut.Nah disinilah era kesabaran di uji. Poli Mata termasuk salah satu tempat favorite, maksudnya antriannya  banyak. Mulai dari periksa mata minus, periksa buta warna untuk mahasiswa baru, periksa mata katarak  dan anak SD yang matanya merah sudah seminggu. 
       
Pemeriksaan mata minus meliputi pemeriksaan  3 tahap yaitu :
       a. Periksa mata objektif menggunakan alat periksa mata  computer.
       b. Periksa mata manual dengan menggunakan lensa yang dirubah oleh petugas dan kita disuruh              membaca tulisan di tembok.
       c. Periksa langsung oleh sang dokter mata.
          Setelah itu barulah akan kita dapatkan  KIR dokter dan resep obat (tetes dan vitamin).
  1. Datang ke Optik. Ketika data ke optik tak perlu langsung menunjukkan surat   KIR dari dokter ber stempel BPJS. Pilih dulu frame jenis lensa yang diinginkan. Tawar semampu Anda.  Jika Anda tipe irit bisa mendapatkan pengurangan harga hingga 25% dari harga penawaran J. Begitu harga deal, barulah berikan surat KIR dokter  ke petugas.
       BPJS kelas I mendapat voucher Rp.300.000,-
       BPJS kelas II mendapat voucher Rp.200.000,-
       BPJS kelas III mendapat voucher Rp. 100.000,-
      Jika harga kacamata melebihi jatah , bayar tunai setelah kacamata jadi, biasanya seminggu                   kemudian,atau klaim ke kantor tempat bekerja jika memiliki tunjangan bantuan kacamata :-)

Thursday, July 14, 2016

Saya, yang semakin MENUA

Tahun ajaran baru sekolah segera menjelang. Berbagai kebutuhan anak sekolah membutuhkan dana tidak sedikit. Baju, tas, sepatu, buku yang kalau dituruti kemauan anak, maunya serba baru.
Bagaimana dengan uang saku ?
Bagi orang tua jaman sekarang rasanya tidak tega ya, membiarkan anak berangkat tanpa dibekali uang saku untuk jajan di sekolah. Padahal , untuk anak usia Sekolah Dasar jika sarapan cukup , masih cukup kuat untuk bertahan tidak makan sampai waktu Dzuhur tiba. Ada baiknya anak dibawakan bekal makanan dan minuman dari rumah. Bisa buatan/masakan sendiri ataupun jajanan mengenyangkan yang kita tahu higienitasnya. Ketimbang jajan di pinggir jalan.

Berapa sih uang saku anak SD sekarang ?
Berapa sih uang saku anak SMP sekarang ?
Berapa sih uang saku anak SMU sekarang ?
Berapa biaya bulanan anak kuliah ?

Tentu sangat berbeda dengan jaman saya sekolah dulu.
 # Mulai berasa tua karena sudah lulus 11 tahun lalu dari bangku kuliah :-p
Kelas 4 SD, saya sudah mulai diberi uang saku mingguan
Kelas 2 SMP , saya mulai diberi uang saku bulanan
SMU saya teramat hemat karena uang saku seminggu hanya cukup untuk jajan bakso dikantin 1x saja saat jam istirahat.
Kuliah pun uang bulanan sedemikian mepet, makan sehari 2x, tapiiii masih bisa beli majalah Annida dan novel Asma Nadia :-)

Orang tua jaman sekarang ? Sedemikian baik meluluskan sebagian besar keinginan anak. Minta ganti gadget, minta laptop, minta sepeda motor baru dan permintaan lain yang menurut saya masih bisa ditunda, atau belum tepat umurnya. Walaupun perkembangan jaman dan teknologi sekarang jauh melesat, ada banyak hal yang tetap bisa bertahan , seperti dulu.

Hati-hati memanjakan anak dengan memenuhi segala kebutuhannya. Alih-alih kompensasi rasa sayang, bisa jadi kita sedang menjerumuskan dia dalam jurang ketidakmandirian, ketidakpekaan dan keborosan. Tak bisa selamanya kita dampingi anak. Akan tiba masa, dia harus sanggup berjuang sendiri untuk hidupnya. Pada saat itu, sudahkan kita (dahulu) berikan bekal yang cukup untuknya untuk bertahan dan berjuang di kehidupan yang lebih kompetitif lagi.

Merasa semakin MENUA, teman SMA ada yang  udah punya anak usia SMP....:-)

---------------------------
Percakapan semalam:
K : Katanya Bunda mau cuci piring ?
B : Nanti aja, Bunda kan seharian kerja, mau temani Keenan bobo dulu. Bunda kan sayang Keenan.
K : Kalau Bundan sayang Keenan, besok Keenan ikut kerja aja ....
B : ;-p