Wednesday, March 29, 2017

Maka, Rayulah DIA


"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung" (S Al Jumuah:10)
Tentu ayat tersebut tidak ditafsirkan  menjadi , sikut sana, sikut sini demi dapat sesuap berlian. Menghalalkan semua cara demi jabatan dan prestise. Apa iya kelak saat masuk ke liang kubur bersama sekoper emas. Harta Korun itu, mah !

Santai Mas Bro J
Tak perlu emosi saat melihat orang lain mendapat kelebihan rejeki padahal ikhtiarnya tidak melebihi kita. Lo…kata siapa, kita kan tak pernah tahu si orang tersebut rutin bangun malam, misalnya. Kita juga tak terpikir bahwa dia beruntung memiliki  pasangan hidup dan  ibu yang selalu meneteskan airmata setiap berdoa mengharap ridho-Nya.

Santai Mbak Sist J
Tak perlu malu mengakui tetangga sebelah lebih cantik, wong memang dari lahir sudah gembira. Emang kite, lahir langsung nangis. Kalau si tetangga , dahulu saat baru lahir langsung tertawa girang karena tabungannya langsung menggendut setiap ada kolega orangtuanya datang menengok. 
Yang ini #becanda

Rhonda Bryne punya konsep The Secret, Prof Johanes mengajarkan Mestakung (semesta mendukung), Erbe Sentanu  memotivasi dengan kekuatan hati  dalam  Quantum Ikhlas.
Ketiganya  menganjurkan kita untuk :
-          - Melakukan semua hal semaksimal mungkin bahkan lebih (beyond the expectation)
-          - Berpikir positif akan apapun hasilnya
Kemudian biarkan alam, semesta, tangan langit yang  bekerja.
Kerja cerdas adalah upaya kita, sedangkan hasil,  merupakan  privasi ALLAH.
Maka, rayulah DIA !
Dengan sholatmu, dengan dzikirmu, dengan ikhtiarmu


Monday, March 27, 2017

Kapten Kapal itu bernama Andy Arslan Djunaid


Menjadi  generasi ketiga  keluarga koperasi Djunaid yang di percaya menjadi nahkoda kapal besar bernama Koperasi Simpan Pinjam JASA atau lebih akrab disebut Kospin JASA tentu menjadi pertaruhan tersendiri bagi Andy. Pameo bahwa generasi pertama yang membangun, generasi kedua yang mengembangkan dan generasi ketiga yang menghancurkan,  di libas serta merta oleh pria kelahiran Pekalongan, 46 tahun silam. Pertumbungan Kospin JASA semakin melesat di bawah kepemimpinannya pada 5 tahun terakhir.

Citra Kospin JASA terbangun mentereng dengan deretan gedung representative di 150 kantor layanan yang tersebar dari Lampung, Jawa  hingga Bali. Layanan IT sejajar dengan perbankan dalam hal ketersediaan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dan layanan M-JASA (Mobile-JASA).  Beragam fitur ditawarkan di tengah masyarakat yang semakin techy . Bagaimana tidak bangga menjadi anggota koperasi J

Dalam buku Secangkir Kopi- Koperasi dan Globaliasi , buah pemikiran Bapak satu putra  itu mengulas  kisah sukses Kospin JASA mampu bertahan di rangking teratas deretan koperasi teladan di Indonesia. Kemampuan untuk mengikuti perkembangan jaman  di era high technology  tanpa meninggalkan ciri khas koperasi yang lebih egaliter-sepadan, menjadikan Kospin JASA semakin menarik bagi pelaku industri di berbagai kota.


Menjadi koperasi terbaik di Indonesia tidak menjadikan Kospin JASA terlena. Beberapa kali nyaris terkena imbas dari pemberitaan media mengenai  tumbangnya beberapa koperasi karena oknum pengurus  yang tidak amanah, mampu di tepis dengan komunikasi efektif antara  pengurus dan karyawan dengan  para anggota Kospin JASA.



Berikut citarasa manis kopi ala Kospin JASA :
-        Mengikuti tranformasi teknologi dengan menyediakan ATM di cabang Kospin JASA
-       Layanan mobile berupa M-JASA menghadirkan fitur  transfer dan pembayaran online seperti tiket KA, PAM , Telepon, Pulsa listrik, dan BPJS.
-         Layanan mobil kas keliling semakin menjangkau masyarakat yang lebih luas.
-         Layanan kasir keliling siap menjemput dana  anggota  di tempat  aktivitas bekerjanya.
-     Produk tabungan wisata lokal favorit  yaitu SAFARI dan PUNDI ARTHA, sedang tabungan wisata ke mancanegara yaitu  tabungan PRIMA.

Semua keberhasilan Kospin JASA tentu tak lepas dari sinergi pengurus , karyawan dan para anggota kospin JASA yang notabene berasal dari beragam etnis dan budaya  tak lelah terus menerus memberikan masukan demi perbaikan berkesinambungan. Meminjam istilah Tanadi Santoso, Continuous Improvement harus terus di lakukan, atau perusahaan akan tergilas mesin waktu dan menjadi sejarah belaka.

Mau berwisata ke Singapura, Hongkong , Korea atau naik kapal pesiar, GRATIS ? Mari nabung di Kospin JASA.



Sunday, March 26, 2017

JANGAN MENGEJAR BAHAGIA


Sering kali lihat postingan teman ‘ jangan lupa bahagia’. Agak aneh menurut saya karena bahagia itu sesuatu yang di rasa. Otomatis saja, ketika kita merasakan suatu kesenangan maka akan merasa bahagia. Kan tidak mungkin habis kena musibah kehilangan motor, kemudian merasa bahagia (karena tak perlu angsur ke leasing, sudah covered asuransi ) J

Tapi kemudian saya membayangkan deskripsi  tinggi nya kasus bunuh diri di Jepang atau Korea Selatan. Kedua negara tersebut adalah negara maju, yang tentu tingkat perekeonomian warganya tinggi. Tapi mengapa ada sekian orang yang memilih menyelesaikan hidupnya, lari dari masalah,  dengan cara  pengecut seperti itu. Apa karena mereka tidak bahagia. Ada banyak tekanan mendera?
Tanadi Santoso dalam salah satu sesi Workshop Continuous Improvement menyatakan gaji tinggi tidak selalu menentukan bahagia. Tapi factor lingkungan kerja dan bos ramah menjadi salah satu alasan seseorang betah di suatu perkerjaan untuk jangka waktu lama.

sumber pixabay.com
Misal  Andra mendapat  THP (take home pay) Rp.10 juta/ bulan . Lingkungan kerja asyik dan Pak bos suka nraktir.
Kemudian ditawari kerja di kantor sebelah dengan gaji Rp.13 juta. Lingkungan kerja saling cuek. Bos galak dan perfeksionis. Setiap hari lembur.
Maka Andra akan secara sadar  memilih tetap di tempat kerja lama. Kenapa ? Walau selisih angka Rp.3 juta, namun rasa nyaman saat bekerja itu …PRICELESS.


Tapi akan beda cerita kalau tawaran gajinya Rp.25 juta /bulan. Berani tutup kuping jika ada yang cerewet  ahahah.

Kalau kemudian setiap orang mengejar kebahagiannya sendiri-sendiri, namun tanpa disadari dengan sengaja atau  tidak sengaja ada perilaku kita yang  melukai  orang lain, tentu  tidak nyaman bukan ?
Sependek yang saya pahami, merasa bahagia tak perlu disengaja dicari. Melainkan di rasakan. Ketika kita merasa senang telah melakukan sesuatu , ketika kita merasa senang mendapatkan sesuatu, ketika senyum merekah pada wajah keluarga, kerabat, tetangga , pun pak Presiden. Damailah kita J


Note : buat yang jomblo, bahagia bukan hanya tentang menemukan pasangan hidup. Tapi menyenangkan hati kedua orang tua dan keluarga akan mengalirkan energi dan doa, sehingga ikhtiar yang lain pun bersegera di ijabahi, Aamiin.

Saturday, March 25, 2017

Rejeki yang Tak Tertukar

Beberapa waktu lalu dalam sebuah pelatihan sang mentor yang alumni sebuah bank nasional berbagi pengalaman kerjanya. Berawal dari karyawan baru, kerja keras, cari uang. Dalam waktu 2 tahun dengan prestasi bagus jabatan-demi jabatan diraih. Sehingga dalam karir kurang dari 10 tahun sudah menduduki Kepala Wilayah. Awal saat beliau mulai menempati suatu posisi jabatan , dirubahnya mindset lama yaitu :
bekerja untuk dapat uang
menjadi
uang yang bekerja untuk kita.
Bagaimana bisa ? BISA, katanya.
Jadi, bekerjalah maksimal bahkan melebihi target, maka imbal hasil akan mengikuti. Percaya ? Saya termasuk orang yang mempercayai cara tersebut. Bukan berarti saya tidak tidak doyan materi, tapi lebih pada bekerja sebaik-baiknya maka biarkan rejeki langit menghampiri.
Jadilah jika terlibat suatu kegiatan diluar kerjaan rutin, dapat uang lelah banyak alhamdulillah, dapat sedikit kebangetan hahaha. Bukan tidak butuh ya, karena dari situ saya masukkan rekening tabungan anak. Alhamdulillah lama-lama gendut, meski tetap kalah dengan rekening para pejabat negara. Jangan bandingkan dengan blunder KTP-el.
Juga bukan tentang nrimo ing pandum. BIG NO , kalau ini. 
Bahwa setiap kita berhak atas imbal jasa dari tiap tetesan keringat. Yang menjadi masalah, sudah PANTAS kah kita meminta imbalan SELAYAK dari pekerjaan kita. Jangan-jangan hanya kita saja yang kepedean merasa sudah yang paling yahui dalam bekerja, padahal ada puluhan orang yang sedemikian sebal sehingga mendoakan hal jelek terjadi pada kita. Na'udzubillah summa na’dzubillah.
Mudahkan jalan orang lain, maka Allah akan melapangkan jalan kita. Pintu rejeki Allah ada dimana-mana , kita tinggal mengetuk saja. Tak perlu berebut, karena TAK AKAN TERTUKAR.
Rejeki tak perlu di kejar,
Rejeki itu dijemput dengan ikhtiar dan doa :-)

Saturday, March 11, 2017

KEENAN TANPA KUGI




Sebagaimana pasangan muda yang tengah menantikan kelahiran anak pertama, saya dan pak suami mulai rajin cari referensi nama baik dari (pinjam) buku , searching dan bertanya pada teman atau kerabat. Hasilnya kami bingung ! Sampai dengan si bayi lelaki lahir, kami belum juga menemukan nama yang tepat. Padahal pada hari ke-7 kami sudah merencanakan menyelenggarakan aqiqah, sebagaimana anjuran Rasulullah.

Hari ke 2 kelahiran, kami diperkenankan pulang membawa bayi mungil belum bernama. Tak di nyana pada hari ke 4 si bayi panas tinggi. Bersegeralah kami ke Rumah Sakit lagi. Kuning , sindrom bayi baru lahir. Kekurangan cairan, ASI belum optimal. Alhamdulillah tak sampai di sinar. 

Hari ke 5 kami berdiskusi lagi tentang nama bayi. Suami menyerah. Akhirnya nama depan KEENAN didapat. Darimana ? Keenan adalah salah satu tokoh dalam novel Perahu Kertas nya Dewi Lestari. Iya, saya suka sekali karakter tokoh Keenan dalam buku tersebut. Terlepas itu adalah buku favorite saya dari sekian buku Dee yang saya baca, baik dari generasi Supernova hingga Filosofi Kopi. Kemudian suami menyumbang nama MAULANA. Entah karena apa, suka , katanya. Nyatanya pak suami tidak terlalu ngefan Arman Maulana.  Yes, dapat KEENAN MAULANA. Biar lengkap sebaiknya ada kata ke tiga. Beberapa nama saya ajukan, pak suami menggeleng. Yak, AKHTAR akhirnya beliau sepakat.

KEENAN (ternyata) dalam bahasa skotlandia artinya sesuatu yang unik
MAULANA artinya gelar untuk orang yang dihormati
AKHTAR artinya yang terpilih

Jadilah saya berharap, bayi lelaki yang kini semakin energik di usia 5 tahun dengan hafalan surah pendek, hadist dan doa hariannya sudah nyaris mengalahkan Bundanya.
Semoga menjadi  pemimpin yang terpilih bagi dirinya, keluarga dan masyarakat karena lisan dan hati yang terjaga. Aamiin.

Sunday, March 5, 2017

SUDAH MARET AJA


Makin deg-deg an. Kenapa ?
Karena sebulan lagi mau touring  agak jauhan. Beda pulau !
Karena sebulan lagi mau ikut kelas mempercantik blog ! Apakabar blog ? Masih hampa ! Masih sedikit tulisan , masih garing, masih sepi pengunjung.
Terus-terus-terus,  apakabar calon buku ?
Naah ini yang bikin paling deg-degan.Sudah saya canangkan sejak awal tahun intip disini bahwa pada akhir Maret sang bayi buku sudah harus di propose ke #bitread. Hiyalah sudah setahun lewat dari jadual dealine  seharusnya.  Alumni #sekolahperempuan macam apa yang lulus tanpa menghasilkan karya.
Fiuuuh, ucek-ucek mata trus nyomot pancake durian. Tsahhh , No! itu barang dagangan! Jangan di makan!
Iya salah satu keinginan maha kuat di tahun 2017 adalah publish buku dengan modal 60 halaman hardcopy.  Nyatanya sekarang  belum berpindah dari 40 an halaman. Masih sama dengan kondisi Juli 2016.

So what should I do? Again , merelakan mimpi sebatas tulisan tanpa di eksekusi ?Maka mari jalan-jalan ke negara sebelah. Ngarep dapat banyak inspirasi.

Tak menyangka ternyata ada sedemikian banyak komunitas penulis, pun geng emak-emak yang rumpi. Eh eh ada banyak kompetisi dengan give away menarik pulak. Waah kemana saja saya? Lima tahun fokus pada perkembangan si balita dengan segala pernak-perniknya , bacaan pun serba parenting dan menu masakan. Kemudian  sudah sulit menyela waktu untuk membaca buku. Aaaapaaa, bukuuuu ?! Oh No, saya masih rajin beli buku, apalagi kalau lagi ada event pameran buku local.  Beli doang, bacanya kapaaan-kapaaan.

Pernah amat-sangat illfeel ke pameran buku lokal, pas lihat bandrol harganya, kok murah ya, padahal masih segel begini, masih baru. Geser ke stan yang lain,eh , harga sama murah nya. Ini diskon kelewatan nih.  Karena  rajin menyambangi  toko buku online , saya cukup hafal harga beberapa buku khususnya novel. Buku-buku Andrea Hirata, Asma Nadia, Tere Liye biasanya dibandrol harga diatas Rp.70ribu. Naah disitu cuma Rp.25 ribu . Tutup muka, Duuuh. Piracy !
Waktu kuliah saya memang penikmat piracy. Maksudnya statistika textbook 99 % adalah buku berbahasa bule. Beli buku asli in English, mahil. Photocopy dah.

Well, membaca dan menulis adalah padu, mau tulisan bagus, musti rajin baca. Paling tidak blogwalking ke teman-teman 1minggu1cerita J
#1minggu1cerita
#mingguke6