Tuesday, May 30, 2017

Menikmati hidangan

RAMADHAN 1438H
Day 4th
Hadits Adab Makan
Sammillahakulbiyaminiika wakulmimmaa yaliika
Bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah yang ada didekatmu.

Salah satu hadits yang harus dihafal Keenan untuk jadual ujian hari ini. Selainnya ada hadits larangan minum dengan tangan kiri dan larangan meniup makanan. Ujian apa ? Ujian kelulusan TK A J

Bersyukur atas makanan yang terhidang di meja, itu pula yang sejak dahulu diajarkan Bapak. Belum pernah saya mendengar Bapak mengeluh mengenai masakan Ibu.  Menu sarapan dan makan siang sama, tetap lahab. Menu makan malam selama berhari-hari telur dadar kecap,alhamdulillah. Pun Keenan , asal ada telur atau tempe dengan sayur kuah, anteng dia.

Saya sedikit kesulitan menerangkan untuk  anak usia balita, bahwa puasa dengan menahan lapar itu untuk paham bahwa tidak semua hal yang kita inginkan bisa dipenuhi seketike. Belajar menahan ‘ingin. Belajar merasakan menjadi orang berkekurangan sehingga untuk makan sehari –hari kesulitan. Nyatanya sekarang kaum dewasa justru menjadikan ajang puasa untuk jor-joran menimbun makanan dan minuman menjelang berbuka puasa. Aneka menu terhidang. Puasa 10 jam menjadikan mulut dan perut kalap. Jika puasa hanya hanya menahan lapar semata, maka yang didapat hanya rasa kenyang.

Maka nikmat Allah  mana lagi  yang engkau dustakan (Arrahman:55)


Laayasy robanna akhaduminkum qooimaa
Janganlah kamu minum sambil berdiri

Salah satu hadits yang paling sering diucapkan Keenan. Meaning, emaknya sering lupa :-p. Belajar bersama anak menjadi salah satu pola yang mengemuka saat ini. Iya system pembelajaran 20 tahun lalu tentu jauh berbeda dengan saat generasi Y mulai berinteraksi aktif dengan pengetahuan.

Monday, May 29, 2017

Menu Sederhana nan Nikmat

RAMADHAN 1438 H
3rd day

Assalamualaykum , Bu, semoga selalu sehat. Untuk kesekian kalinya saya tidak bisa membersamai Ibu berbuka dan sahur di rumah. Waktu kecil saya sedemikian pemalas disuruh bangun sahur oleh Bapak. Mungkin itu pula yang membuat hidung saya kecil, karena setiap pagi selalu dijepit oleh jempol dan telunjuk Bapak. Dan saya tidak bosan (baca: dasar pemalas)  demikian pula Bapak.

Tidak ada yang istimewa dengan menu sahur kami kala itu. Paling mewah 2 butir telur dadar dibagi empat atau  tempe goreng tepung. Tak lupa kecap manis. Menu buka puasa juga tidak jauh dari tahu, tempe, telur. Daging ayam ? Nunggu Bapak Gajian. Daging sapi? Nunggu lebaran haji.
Setidaknya ketika saya mampu  memilih menu protein hewani setiap hari, alhamdulillah Keenan bukan tipe anak picky eater.  Justru  tempe adalah makanan  favorit nya. Malas makan daging ayam apalagi daging sapi. Kenapa ? Malas selilitan. Susah ngunyah. Kecuali setelah  nonton serial Upin Ipin tema ayaam goreeeeng, sedapnyaaa..:-)

Dihari ketiga Ramadhan, Senin,  Alhamdulillah si Unyil tetap bertahan hingga adzan Dhuhur, meski tanpa pengawasan saya.  Semalam saya tanya kenapa tidak seperti hari Ahad, yang kuat menahan haus hingga ba’da Ashar. ‘Soalnya tidak ada Bunda, jadi aku lemes.’ Lebih tepatnya tidak ada yang mengalihkan perhatian kala haus melanda :-p. Kemudian saya ingat, dahulu Bapak rajin mengajak saya bersepeda keliling kampung saat sore menjelang berbuka.

Allahummafirli waaliwaalidayya warkhamhuma kamaarobbayaani shoghiroh
Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orangtuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil. Aamiin.

Jika Haus Melanda

RAMADHAN 1438 H
2nd Day

Jika hari pertama Keenan tidur ba’da dhuhur, kali ini si Ayah menyuruh tidur sejak lepas Shubuh. Maksudnya  hemat tenaga, supaya tidak cepat lemes. Dan benar saja setelah main sepeda di jam 05.00 pagi saat langit masih gelap, hanya sebentar barang 5 menit, pemilik bulu mata lentik itu langsung masuk kamar dan tidur bersebelahan dengan si Ayah.

Tebak , bangun jam berapakah mereka ? Jeng-jeng, si Ayah bangun jam 07.30 sedang Keenan bangun jam 10.30. Uwaww !! Maka harapanpun bertumbuh,  semoga puasa hari ini bisa genap hingga sore. Yes , tak ada rengekan haus hingga ba’da ashar terlewat. Keenan asyik bermain dengan kawan-kawannya. Selesai memasak di jam 04.00 sore, tetiba si Gundul masuk rumah, Bunda haus. Mandi yuk, berendam nanti seger, enak, rayu saya. Dia pasrah. Sayangnya belumlah  adegan berendam di  ember bayi dimulai, tetiba listrik mati. Yaaah, mukanya menjadi cemberut.  Adegan mandipun dipercepat.

Bunda boleh minum ? Akhirnya saya mengangguk, ga jadi posting puasa full nih. Efek sharing di media, menjadi pendorong atau sekedar pamer ? Saya plih yang pertama. Menjadi ibu berarti menjadi madrasah bagi anak.  Menjejalkan banyak hal baik pada balita akan mudah terekam, karena nafsu dan logikanya masih sederhana. Daya pikirnya masih lurus, tidak bercabang.
Jadi anak sholeh ya, nak *_*

















Saturday, May 27, 2017

Happy Ramadhan

Ramadhan 1438 H
1st day
Ramadhan tahun ini rasanya lebih well prepared. Pertama karena  tanggal 1 Ramadhan bertepatan dengan hari Sabtu,  saya tak perlu ambil cuti untuk mendampingi puasa hari-hari awal untuk Keenan dan bisa menyiapkan aneka bahan untuk persiapan buka dan sahur. Ini adalah tahun kedua Keenan belajar berpuasa. Senjata pengalih lapar sudah daya siapkan yaitu mainan baru KARPET ULAR TANGGA, kolek film UPIN IPIN dan janji membelikan mainan di hari Ahad ke 3. Hal-hal sederhana yang bisa membuat senyumnya merekah.

Di hari pertama puasa saya dan suami juga lebih longgar dalam hal jam bermain baik games handphone maupun bersepeda dengan kawan-kawannya. ‘Bunda haus’, rengeknya. Jam  baru menunjukkan pukul 08.00 pagi. Namun badannya sudah lengket keringat karena sejak ba’da Shubuh bermain di sekitar rumah. Dengan beragam alasan, Keenan mampu bertahan. Namun saat  tangisnya nyaris pecah ‘ Bunda hauuus’, akhirnya saya bolehkan meneguk segelas air bening di saat jarum jam menunjukkan pukul 11.00. Nanggung. Setelahnya makan sangat lahap ba’da dhuhur dan buka puasa bedug maghrib. Alhamdulillah untuk anak usia 5,5 tahun.

Alasan kedua, karena awal puasa hari libur, saya punya cukup waktu untuk beberes rumah, membersihakan dapur, kulkas dan rak perkakas makan. Selanjutnya pergi ke pasar untuk membeli perbekalan perang. Eits, macam besok lebaran saja. Pasar ramai sungguh.  Hasilnya  bumbu dasar putih, bumbu, dasar merah, bumbu dasar kuning, ayam kampung ungkeb, daging sapi setengah matang dan potongan sayur yang sudah bersih berjejalan di dalam kulkas.

Setidaknya sampai seminggu kedepan, memasak menu sahur akan lebih cepat. Sedang menu buka puasa sepertinya akan lebih sering beli matang saja, karena jam pulang kantor terlalu mepet.


Happy  Ramadhan J

Sunday, May 21, 2017

Lelaki penyabar


Pertanyaan dasar untuk para ibu :
1. Apakah suami bisa bersabar  mengurus sendiri anak usia 2 tahun selama Anda arisan ?
2. Apakah suami rela bersabar menunggu 1 jam memasak,sedang perut sudah sangat lapar ?
3. Apakah suami bersabar menunggu Anda pulang lembur, tanpa menelpon berkali-kali-kali ?

Ada yang jawabannya tidak semua ? 
Toss ah :-)
Pak suami juga bukan tipe orang penyabar. Tapi tidak untuk hal satu ini, apa itu ?
Beli-mebel-interior-rumah. 
Beliau suka sekali dengan barang antik, klasik,vintage, khususnya dari bahan kayu jati tua. Hal ini yang kadang memicu perselisihan juga. 

1. Saat baru menikah, saya ingin beli lemari tiga pintu dengan satu cermin. Yang terbeli justru dua buah lemari satu pintu, bekas, kayu jati tua.
2. Saat saya ingin meja makan oval minimalis ,yang datang meja kotak 120x90, bekas,  kayu jati tua. Untung modelnya lumayan bagus, kaki meja dengan lengkung bertingkat.Nunggu 4 bulan untuk menyulap meja bekas jadi cling kembali. Lamaa.
3. Saat saya minta rak  untuk menampung empat kontainer buku. Harus nunggu dua tahun untuk mendapatkan lemari makan yang disulap jadi lemari buku. Sabaaar.
'Dengan harga segitu ga bakalan dapat lemari segede itu di toko', adalah kata-kata andalan suami untuk menyatakan ,bahwa mendapat barang bagus harus sabar. Fungsional namun juga bagian investasi. 'Lemari bekas begini, dijual laku keras', tambahnya lagi.
Well, manut deh. Sabaar.

Termasuk lemari kaca empat pintu sebagai wadah koleksi diecastnya juga baru selesai 1,5 tahun dari awal pesan. Hari sekarang, tidak banyak tukang kayu yang menekuni permak mebel bekas.
Dan suami teramat sabar menjelajah pengepul mebel bekas. Bahkan dua pasang pintu garasi model geser berhasil didapat sekitar 3 tahun lalu. Padahal saat itu rumah masih minimalis.


Pak suami tidak kekinian? Tebak , dengan selera mebel antik, musisi favorit nya siapa?
Bang Haji? Bukan ! Mus Mujiono ? Bukan ! Slank ? Bukan !
Jadi siapa ?
METALLICA. :-( 
Kolekai kaset lengkap.Kaos ,2 lusin.

Ninggalin anak istri demi nonton konser Metallica ?
He did !

Sunday, May 7, 2017

Behind the Scene of Tour de Lombok


Liburan ke Bali sudah biasa… kalau ke Lombok ? Hahay….banyak yang mupeng ternyata saat banyak teman mengetahui edisi liburan kami ber -21 ke Lombok 14-16 April lalu.  Yes, sukses bikin iri :-p

Mau tahu   cerita seru dibalik peristiwa itu , simak ya. NOTE yang berniat liburan kesana J

Berawal dari rencana 5 tahun lalu untuk  liburan ke Lombok, namun atas suatu musibah yang menimpa, dana yang sudah siap untuk beli tiket terpaksa disimpan kembali  dan baru digunakan setahun kemudian  untuk ke Malang-Bromo ber 12 orang. Pasca dari Bromo itulah tercetus bahwa suatu waktu kita harus  beneran ke Lombok ya…


Saya senang bepergian pada bulan April . Entah ya, menurut saya April adalah bulan  dengan cuaca hanya cenderung terik. Paling tidak bukan  musim penghujan. April juga yang dipilih saat tujuh tahun lalu backpackeran ke Karimunjawa. Saat itu hanya ada kapal Kartini yang berangkat seminggu sekali. Saat itu belum ada liputan My Trip My Adenture. Saat itu masih sangat sederhana…ehehe

Jadilah 14-16 April 2017 menjadi  waktu yang saya pilih untuk rencana liburan ke Lombok. Pas ada libur 3 hari. Sejak  bulan November 2016 sudah mulai cari info teman dan browsing mengenai obyek wisata yang wajib di kunjungi selama disana. Rata-rata dengan  waktu hanya 3 hari 2 malam, beberapa biro menawarkan lokasi yang hampir sama yaitu : Gili Trawangan, Bukit Malimbu, Suku Sasak, Hutan Pusuk, Taman  Narmada , Taman Mayura.

Setelah bargaining harga akhirnya saya pilih CV Lombok Nusa atas rekomendasi teman yang asli Lombok. Berawal dari 12 orang yang mantap akan beli tiket pesawat lebih dahulu, saya bermaksud sewa mobil saja HiAce Rp.900.000,- /hari. Hotel dan akomodasi lain, akan saya handle sendiri. Nyatanya saat booking tiket Garuda di akhir Januari seharga  peserta semakin membengkak hingga 15 dewasa  dan 4 balita. Baiklah , saya pilih akomodasi all in saja.. mobil, hotel, makan, retribusi.

Detail pengeluaran :
Tiket pesawat  Garuda PP            : @ Rp.2.195.000,- per orang  dapat diskon corporate Kospin JASA
                                                        Beli di counter Garuda  Hotel Dafam Pekalongan.
Tiket pesawat Garuda PP balita   : @ Rp.2.037.100,-
Tiket pesawat Garuda PP bayi     : @ Rp.231.500,-
Akomodasi                                   : @ Rp.1.190.000,-/pack
     : 1 unit mobil HiAce, 1 unit minibus, 2 malam menginap di 
        hotel **,   makan 5x



Harga tiket pesawat memang 50% lebih mahal dari maskapai lainnya. Seperti Lion atau Wings yang hanya kisaran RP.1,4 juta PP. Namun karena rombongan berangkat dari Semarang, pilihan pesawat relative terbatas dengan waktu yang tepat. Menggunakan maskapai Garuda rute : Semarang – Surabaya- Lombok Praya memakan waktu 1,5 jam plus transit Surabaya 40 menit.
Sedangkan jika menggunakan maskapai  Lion atau Wings, waktu transit  di Surabaya hingga 2 jam 20 menit. Bisa jadi karena volume penumpang di Bandara A. Yani Semarang , maka pesawat jarak jauh biasanya mengikuti jadual Jakarta atau Surabaya.
Berbeda dengan Bandara Adisutjipto Yogyakarta atau Bandara di Adi Sumarmo Surakarta yang mobilitas penumpang tinggi sehingga menuju Lombok Praya cukup dengan pesawat lowcost saja bisa mendapatkan jadual berangkat jam 06.00 pagi, tanpa transit.



Tetiba 2 minggu menjelang berangkat dapat permohonan 2 orang baru untuk ikut liburan.  Hadeuuh, keriweuhan  hunting tiket berulang. Oke, tiket pesawat Garuda berangkat Jumat pagi jam 09.20WIB  masih ada, tapi tiket pulang tidak ada. Sampai 3 hari browsing  tiket online dan menelpon agen tiket, tetap full. Saat hampir beli  tiket pulang Lion, karena si agen merespon lama, iseng bukan www. tiket.com. Ada ! tiket garuda pulang Ahad 13.55 WITA untuk 2 orang. Hasyeeeek. Legaaa.

#Kemudian berencana bukan agen biro perjalanan  hahaha

Sayangnya sepuluh hari menjelang berangkat si kecil terserang radang akut, 5 hari kemudian giliran saya yang terkapar. Panik, bukan sekedar karena sakit, namun bagaimana dengan rencana liburan. Tidak mungkin batal dengan komandan ambruk. Pun teman-teman kantor pun cemas dan menyarankan ini itu untuk mempercepat penyempuhan flu berat itu.

Alhamdulillah, Jumat pagi bakda shubuh dengan badan 90 % fit berangkat menuju Bandara. The journey begins.

Simak cerita lengkap liburan ada disini : http://imangsimple.blogspot.co.id/2017/05/tour-de-lombok.html



TOUR de LOMBOK

I’m the Organizer

Begitulah, rasanya sudah melekat di keseharian dari jaman SMP hingga kuliah. Aktif di organisasi bertahun-tahun membuat saya terbiasa merencanakan sesuatu secara detil sehingga pelaksanaan tidak melenceng terlalu jauh.

Rencana liburan ke Lombok sudah lama didengungkan.  Sejak Desember 2016 sudah mulai hunting tiket pesawat dan biro perjalanan. Kalau masih kisaran Jawa, sewa mobil saja cukup, rute atur kemudian. Tapi kali ini pengalaman baru saya handle perjalanan beda pulau. Saya pilih bulan April dengan asumsi curah hujan sudah menipis. Iklim Indonesia 2 tahun terakhir sudah bukan default seperti pelajaran geografi jaman sekolah dasar. Bahwa musim penghujan di mulai sejak bulan ..ber- ..ber. Nyatanya hampir sepanjang tahun hujan turun . Manusia berprediksi, Allah Maha Kuasa.

Pun kebetulan di bulan April 2017 ada 2 long weekend. Dan di bulan April pula, biasanya bonus kantor di transfer hehehe… Sip,  tiket pesawat sudah didapat sejak akhir Januari 2017. Kamipun sudah sepakat  dengan CV Lombok Nusa berikut  itenerary yang  ditawarkan.

Pesawat  boarding  09.20 WIB. Maka  dengan asumsi long weekend kemungkinan jalan pantura macet, perjalanan Pekalongan –Semarang yang biasanya 2,5 jam bisa lebih lama. Maka kami putuskan berangkat bakda Shubuh tepat atau 05.45 WIB.  Nyatanya perjalanan lancar, Alhamdulillah. 07.00 WIB sudah masuk komplek bandara. Saat cek in dengan 19 dewasa , 2 balita dan 2 bayi sempat bikin grogi petugas. Banyak bener.  Bagian ini saya serahkan bapak-bapak untuk urus bagasi. Saya pilih urus badan yang belum 100% fit dari serangan flu dan radang akut. Suntik Vitamin C dan Neurobion memang sangat membantu membuat badan enteng, namun lidah ini..oh no…pahit pisaaan.

Detil persiapan perjalanan bisa dilihat disini catatan Lombok

SRG 09.20 WIB –  LOP 13.00 WITA
Perjalanan  yang hanya 90 menit plus transit 40 menit di Surabaya menjadi berasa lama karena perbedaan waktu 1 jam. Sudah jam makan siang , dan the jouney begins……..

DAY 1, Jumat 14 April 2017
  1. Makan siang di warung makan depan Lombok International Airport. Menu Nasil Balap Puyung jadi pilihan. Semacam nasi campur dengan kering kentang, suwiran ayam  dan suwiran daging yang serba pedas, haaah..
  2. Mengendarai HiAce dan Minibus cukup melegakan karena perjalanan yang cukup jauh. Desa  Ende menjadi pilihan untuk mengenal suku Sasak. Tradisi tenun manual dan tari perang peresean cukup menghibur.
  3. Lanjut ke Tanjung Aan, sebuah pantai sepi tak jauh dari pantai Kuta. Lautnya biru kehijauan.  Masyaallah luarbiasa bagus.   View nya kayak di kalender. Kirain mainan photosop, nyatanya beneran jernih laut nya :-).
  4. Langit menggelap, sunset tak terlihat tertutup bukit. Kami pilih  menuju hotel dan bermaksud mampir ke rumah makan dengan menu khas, ayam Taliwang. Yes. Pedas. Jujur,  sepedasnya tak terlalu berasa, secara lidah saya masih pahit semua L
  5. Pukul 20.30 kami tiba di hotel Central Inn kawasan pantai Senggigi. Berada di jalan utama  sehingga restoran pun menghadap jalan, asyik juga. Sebuah kolam kecil 6m x 10m cukup menyenangkan bagi anak saya dan saya tentunya.
    Duo krucils.photo paling kerren !
DAY 2 , Sabtu 15 April 2017
1.       Hari kedua bersiap menuju Gili Trawangan. Sebelumnya kami dilewatkan hutan Pusuk yang katanya masih banyak monyet berkeliaran. Saya pikir semacam Taman Safari, nyatanya serupa  tebing berkelok mengelilingi hutan. Beberapa monyet bermain di pinggir jalan. Yang beginian di Bantarbolang Pemalang, juga ada hehehe.
2.       Sengaja memesan privat boat malah justru waktu menunggu lama. Baik berangkat atau pun pulang kami habiskan lebih dari 2 jam untuk menunggu kapal cepat. Wasting time. Sepertinya lewat pelabuhan Bangsal dengan kapal umum ,justru lebih efisien.
3.       Begitu sampai Gili Trawangan, duaar suasana berubah 180’. Jika kemarin sepanjangan perjalanan Bandara ke hotel, jalanan begitu lengang, banyak masjid di pinggir jalan, di gili bertemu banyak sekali wisatawan domestik maupun manca. Crowded !  Tujuan utama snorkeling, itu saja. Menyewa kapal dan alat snorkeling @ Rp.130.000, - jadilah kami menuju   Gili  Meno. Tidak banyak  ikan yang kami temukan, seharusnya berkeliling mencari spot yang lain. Nyatanya kami malah asyik berphoto-photo saja.  Benar , bukan tentang mencari  ikan warna warni penghuni karang cantik yang kami cari, tapi justru photo underwater yang banyak dilakukan.
4.       Sore menjelang, acara sepedaan keliling gili kami urungkan, memilih untukbersegera kembali ke pelabuhan karena semakin sore ombak semakin tinggi, beresiko. Lanjut dengan pencarian oleh-oleh. Mulai dari mutiara, tenun, kaos, makanan dll.
mendarat di Gili Trawangan

Gili Trawangan: latar backhoe sedang meratakan bekas warung tepi pantai

Pose sebelum snorkling ke Gili Meno

Glass bottom menuju Gili Meno


lebih penting eksis daripada lihat ikan atau karang cantik :-(


DAY 3, Ahad 16 April 2017
1.       Keinginan ke Taman Mayura atau Narmada kami urungkan karena sehari sebelumnya adalah hari raya Kuningan, Pura ramai untuk sembahyang. Sebagai gantinya kami diajak ke Islamic Centre di pusat kota Mataram. Bonus nya kami menyaksikan lomba balap sepeda Tour de Lombok Mandalika.
2.       Pukul 13.00 WITA pesawat  boarding menuju Jawa. We’l be back ! Masih ada pantai Pink di Lombok Timur, Sembalun di kaki gunung Rinjani  yang wajib  dikunjungi.

PUAAASS :-)

Tak Ada Gambarku Dalam IGmu

SERIAL JANU DAN SUKMA
Genre Fiksi

Tidak ada  gambarku dalam IG mu

Sebuah pesan WA masuk bersamaan dengan alarm tanda sholat shubuh. Jika tinggal di rumah, ada masjid berjarak 50m yang suara muadzinnya cukup untuk membuat mata dan kuping bergerak-gerak. Aku memilih segera berwudhu dan mendirikan sholat daripada membalas pesan yang hanya akan memperlama bertahan di tempat tidur. Waktu shubuh pendek.

Dalam tengadah tangan ini , terselip doa untuk  ibunda tercinta dan juga seorang perempuan agar mau bersabar, menungguku.

Tidak adil ! Itu komentar beberapa kawan, tentang  obsesi mengejar beasiswa dengan mengabaikan perasaan perempuan yang sudah sedemikian lama menunggu. Menyuruhnya untuk bersabar.  
Aku tidak memaksanya menunggu. Seperti halnya beberapa perempuan lain yang bertanya tentang ke jombloanku, aku jawab, I’m single nor jomblo. Agak sulit menjelaskan memang. Perempuan itu telah bersemayam di pojok relung hatiku sejak pertama bertemu, sejak awal masa kuliah. Persahabatan kami  begitu indah.   Tak pernah terucap secara lisan, karena aku khawatir akan berefek luka padaku, padanya , pada persahabatan kami dan sahabat lain.  Sudah banyak contohnya.  Sangat mudah menjadikan sahabat menjadi kekasih, namun tidak pernah mudah sebaliknya.

Sampai kemudian upacara wisuda menjadikan jurang pemisah kami. Rasa itu masih kusimpan rapi, sampai 5 tahun kemudian dia mempertanyakannya, saat aku minta ditemani ke Rinjani.  Masa itu sudah ada nama lain yang bertengger di barisan depan otak kananku. Perempuan mungil  serupa adikku yang rajin mengirim sarapan setiap pagi  ke depan kamar kos.

Rindu ini tak pernah padam kepadamu, tidak aku pelihara namun nyalanya alami, abadi. Celakanya aku belum siap dan belum berani menyatakan secara lugas. Perempuan butuh kepastian, begitu teman lain menasehati. Aku tidak pernah menyuruhnya menunggu, aku hanya bilang ingin sekolah dulu, yang lain kemudian. Tentu tidak kuceritakan, kenapa aku sedemikian terobsesi dengan sekolah ke luarnegeri. Ini adalah janjiku, nazarku yang terucap pada Ibu saat beliau  terbaring sakit. “Janu akan sekolah tinggi baru mencari perempuan seperti Ibu untuk menjadi pendamping.” Ibu tersenyum  dan mengangguk.  Jika ini akan mengecewakanmu, setidaknya aku tidak megecewakan Ibuku.

Cita-cita itu sedang aku jalani sekarang, bertahanlah setahun lagi, doaku dalam setiap sholat. Tidak pernah aku nyatakan langsung. Seandainya dia tahu.

personal IG of PJW
Hari ini aku ke Tanjung Aan bersama teman-teman. Kelak jika kau kesini lagi, kita berdua kesana ya..
WA kesekian yang jarang kubalas, meski sangat ingin.
Jika engkau disini akan kuajak menikmati sore cerah di Sidney Darling Harbour atau nonton konser Adele di ANZ Stadium.

Yang inipun hanya menjadi draft di hati.



Aku berharap dia bersabar menata rindu hingga nanti kami jumpa. Namun disaat bersamaan  aku tidak ingin memberinya banyak harapan. Semoga waktu dan kesempatan berpihak pada kami.

*
Sudah  30 menit Sukma mondar-mandir dalam kamar. Pakaian sudah rapi dengan  terusan panjang di padu celana gelap. Kerudung pink bertengger menutupi kepala. Sebuah topi rajut lebar berbunga merah sudah sedari tadi dipegangnya. Berkali-kali di tengoknya  scroll percakapan beberapa grup WA. Sekalinya menengok  personal message  pada Janu, belum ada balasan. Sudah jelas terbaca 20 menit lalu. Sejak kuliah disana, Janu  semakin jarang merespon pesan-pesan pribadinya. Namun jika di grup alumni, dia tetap ramai seperti biasa.

Rindu ini perih, gumamnya .
Diletakkan handphone dalam laci. Sukma memilih membawa kamera lomo kedalam tas ranselnya.