Friday, June 9, 2017

5 Jurus Bijak Menghabiskan THR

photo :waktuku 19122016 (edited)
Bulan Ramadhan dan menjelang hari raya sering diidentikkan dengan budaya konsumtif. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) , konsumtif berarti bersifat konsumsi (hanya memakai, tidak menghasilkan sendiri). Sedang dalam pengertian populer perilaku konsumtif didefinisikan sebagai perilaku membeli barang atau jasa yang berlebihan, walaupun tidak dibutuhkan (Moningka, 2006). Misal gonta-ganti gawai setahun 4 kali  atau ganti mobil setiap tahun. Namun jika hanya membeli aneka hidangan yang di hari biasa tidak dilakukan, kemudian menjelang buka puasa menjadi kewajiban, bukanlah konsumtif. Seringkali hanya lapar mata, karena tiba saat adzan Maghrib berkumandang, 3 butir kurma dan segelas air bening sudah Masya Allah nikmatnya.

Menjadi perilaku konsumtif saat setiap bulan membeli pakaian baru, sementara saat hari raya juga memaksa untuk membeli pakaian baru minimal  2 stel, sandal baru, tas baru, cincin dan gelang berkilau. Nah, yang demikian itu memang membudaya di Indonesia. Lebaran menjadi salah satu ajang pencapaian tidak hanya dari sisi spiritual namun lebih dominan juga secara materi, dengan peampilan secara lahiriah.

Salah satu penyebab semua ini adalah Tunjangan Hari Raya alias THR , yang hanya diberikan setahun sekali khususnya bagi kaum pekerja. Momen memiliki uang berlebih itulah yang digunakan untuk membeli aneka benda yang hendak dikenakan saat Lebaran tiba, alih-alih sebagai bentuk rasa syukur setelah berpuasa sebulan lamanya.

Meski selalu berulang setiap tahun, mulai tahun ini mari mulai berbenah,   bagaimana memanfaatkan dana THR secara bijak dalam 5 jurus.
Pertama
Ambil minimal 10 % dari THR  untuk  zakat fitrah, zakat maal dan sedekah. Jangan lupakan yang wajib dikeluarkan untuk membersihkan harta kita. Ustadz Yusuf Mansur sering mengingatkan bahwa sesuatu yang  kita berikan kepada orang lain tidak akan  membuat harta kita berkurang. Justru sebaliknya, bertambah dan berkah.
Kedua
Sisihkan 15 % dari THR untuk biaya sekolah anak atau ditabung.  Menurut Prita Ghozie dari ZAP Finance, jika selama ini kita belum mampu mengumpulkan dana darurat (dana cadangan) secara rutin, maka sebagian THR  bisa disisihkan untuk hal tersebut. Apalagi lebaran  tahun 2017 ini  bertepatan dengan jelang tahun ajaran baru sekolah.
Ketiga
Alokasikan setidak nya 25% dari THR untuk kebutuhan mudik. Bayar kembali dana pembelian tiket pesawat/tiket kereta/bus yang kemarin, mungkin, diambil dari dana darurat atau tabungan. Jika  Anda mudik menggunakan kendaraan  pribadi anggarkan untuk check up mobil di bengkel langganan bahkan pembaharuan asuransi mobil. Daihatsu (18/5/2017) dalam laman resminya memberikan tips selain cek fisik kendaraan secara menyeluruh, juga jangan lupakan perlengkapan P3K.
Kempat
ummionline872015
Gunakan dana 25% dari THR untuk persiapan lebaran seperti baju baru, kue lebaran hingga   angpao. Banyak di pasaran tersedia aneka amplop lucu yang bisa juga menjadi hadiah bagi anak dan keponakan.


Kelima
Sisanya 25 % dari THR untuk tambahan biaya hidup harian keluarga yang meningkat selama bulan Ramadhan dan awal Syawal,  seiring dengan kenaikan harga barang.

Satu hal lagi  yang semestinya diperhatikan, habiskan THR Anda, bukan Gaji Anda. Simpan dana gaji seperti seharusnya . Jika semua uang di rekening terkuras habis, maka Anda akan tekor setelahnya.
Selamat merayakan kemenangan !



2 comments:

  1. Kalau saya pribadi, THR untuk:
    1. Biaya mudik
    2. Angpao anak kecil
    3. Angpao orang yg dituakan

    Sisanya langsung simpan! Hehe.

    Salam kenal.

    Andro.

    andromedamade.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. saya lagi pengen beli saham retail nih..hehe

    ReplyDelete