Sunday, July 30, 2017

Sajian Bolu Labu Kuning

Welcome Sunday  
Rencana mau menghadiri  Kajian  Ahad Pagi di Masjid sekolah Keenan, apa daya si balita itu susah pisan dibangunkan. Plus emaknya masih pegel lengan dan betis pasca berenang Sabtu pagi. Hiyalah, setelah off hampir dua bulan tidak cipak-cipik mainan air, setelah lewat bulan Syawal baru bisa nyebur lagi. So ngapain libur begini? Jadual kondangan menunggu ! Tapi itu nanti siang, pagi ini mau ekseskusi yellow pumpkin yang sudah  berumur 1 bulan, astaga basi ga ya? Of course ,no!  Soalnya itu pumpkin bulet yang dibeli jaman Ramadhan untuk olahan menu buka puasa, diletakkan di tray kulkas .

Setiap kali searching “resep…….” Pastilah cookpad.com yang nampak di urutan paling atas. Nyatanya saya belum pernah eksekusi resep hasil dari situs tersebut. Menurut saya resep di cookpad seringnya terlalu sederhana, tanpa tips and trik ehehe. Web masak favorite saya adalah milik mbak Endang yaitu www.justtryandtaste.com  alias JTT. Rada susah ya vocabnya, tapi containnya sungguh membantu pemasak pemula  macam saya. Owner nya sendiri juga bukan koki apalagi chef restoran terkenal. Tetaplah  perempuan pekerja dengan beragam kesibukan namun mempunyai hobi masak. Serunya selalu ada tips trik cara mengolah atau memperoleh bahan baku. Saya tebak koleksi buku resepnya pastilah bejibun , bisa dilihat dari aneka ragam makanan dan kue yang dikreasikan. Baik menu khas Indonesia, maupun mancanegara.

Namun untuk resep kue kali ini, saya coba menggunakan resep cookpad postingan Ibu Farin.

BOLU KUKUS LABU KUNING

Thursday, July 27, 2017

5 Pilihan Seru Berakhir Pekan

Salah satu muasal peraturan menteri pendidikan yang menyoal gagasan  sekolah fullday adalah  interaksi anak dan orangtua akan  lebih banyak dilakukan kala libur weekend tiba . Saat salah satu atau kedua orang tua bekerja  dengan jadual 5 hari kerja, maka hari Sabtu – Minggu menjadi family time. Tentu tidak melulu harus dengan bepergian keluar kota yang akan membutuhkan bujet banyak.
 Simak ide liburan akhir pekan yang murah meriah :
1.     Memasak Menu Favorit
Jika pada hari biasa keluarga hanya punya kesempatan sarapan bersama, kala akhir pekan bisa menikmati 3 kali waktu makan bersama.
Salahsatu menu yang seru dieksekusi  bersama anggota keluarga adalah ayam/ikan  bakar. Malas kipas-kipas pakai arang ? Sudah tersedia wajan tebal khusus untuk memanggang  sehingga mudah digunakan diatas kompor gas.  Lebih seru lagi jika bahan baku sambal, sebagai pelengkap menu bakaran ,  yaitu cabe dan tomat diperoleh dari hasil
berkebun sendiri . Sedaaap :-)
sumber:etimologist.com

Menurut Ratih, bukan kemewahan hasil makanan yang dicari dalam aktivitas memasak bersama, tetapi kualitas relasi antar anggota keluarga, ungkap Psikolog alumni Universitas Indonesia yang diungkapkan dalam laman antaranews.com (7/4/2015)



Saturday, July 22, 2017

Benarkah Kenakalan Remaja itu, Genetis ?

Benarkah Kenakalan Remaja itu, Genetis ?
Penulis : imangsimple

Suatu hari Bapak membawa bayi laki-laki berpipi chubby dari rumah keluarga di pesisir selatan Jawa Timur. Dean Prilia, nama yang disematkan pada bayi berkulit putih itu. Orang tuanya sudah lama berpisah. Ibu Dean memilih berkelana menjadi pekerja di luar negeri, sedangkan sang Ayah enggan merawat anak yang belum genap berumur setahun. Jadilah kehadiran Dean melengkapi keramaian keluarga kami.

Nuri, adikku,  terlihat kurang menyukai kehadiran Dean. Mungkin karena perhatian Bapak dan Ibu mulai terbagi setelah kehadiran lelaki kecil bermata bulat itu. Diumur yang belum genap enam tahun, Nuri menjadi murid termuda.  Rengekan manjanya membuat Ibu sering menemani Nuri melewati setahun pertama Sekolah Dasar. Tentu saja sembari  membawa serta Dean yang baru belajar melangkahkan kaki-kaki kecilnya.

Dean tumbuh menjadi anak yang lucu dan aktif.  Setiap  lebaran datang,  kami sekeluarga pulang ke Pacitan untuk bersilaturahim dengan keluarga Bapak sekaligus memberi  kesempatan Dean bertemu orang tuanya. Terpikir jikalau orang tua Dean ingin merawat anaknya sendiri. Nyatanya, setiap kali kami kembali ke Magelang, kembali pula Dean kami ajak serta. Ayah Dean sama sekali tidak tergerak untuk  mendidik sendiri buah hatinya. Hanya berjanji akan mengirim uang setiap bulan untuk biaya sekolah Dean. Sementara sang Ibu, entah sedang berada dimana, cukup sulit dihubungi.

Friday, July 7, 2017

Jodoh, Takdir yang Bisa Diusahakan

I'm interested in everything that concerns you
Tetes bening mengalir tanpa isak , Sukma mengalihkan pandangan dari layar berukuran 3,7 inchi tersebut. Ini adalah hari ke 93 sejak Janu berangkat meraih mimpinya di benua seberang. Mimpi yang selalu didengungkannya sejak 15 tahun lalu. Ya, sejak mereka jumpa pertama kali di depan Balairung UGM. Lamanya mimpi itu terwujud merembes pada lamanya kepastian tentang kesabaran diri menunggu. Terpisah pulau tak serta merta memisahkan keterikatan batin yang terjalin sejak lama,meski berseliweran orang-orang lain mencoba mengetuk pintu hati.

Hingga kabar itu datang. Kabar  tentang lolosnya beasiswa ke negeri Kanguru. Sukma merasa gembira sekaligus gelisah. Gembira, karena setelah penantian panjang,  senyum lebar  Janu Nampak jelas saat menyapanya dalam video call, sesaat setelah semua dokumen lengkap, siap berangkat. Sesungguhnya tinggal selangkah lagi, setelah lulus Master, Janu berjanji. Namun entah  deru angin darimana, semakin dekat kepergian Janu, Sukma semakin  gelisah, hatinya berdesir setiap membayangkan perpisahan itu. Perbedaan pulau tempat tinggal , jarang bertemu secara fisik,  hanya sapaan melalui smartphone tak meresahkannya. Namun berbeda benua, berasa lain.

Thursday, July 6, 2017

Teman dalam Selubung Kompetisi

Sebulan terakhir, mulai memaknai hal berbeda mengenai pertemanan, profesionalisme dan kompetisi. Secara sadar dalam berucap dan bertindak setiap orang mengindikasikan minat , potensi, suka dan tidak suka pada sesuatu hal. Meski tidak secara gamblang bisa terbaca, setidaknya gesture tidak mengalihkan yang sebenarnya . Keenan yang baru  berusia 5 tahun, kadang-kadang berbohong dengan sengaja, misal bilang belum lapar. Begitu di sodori roti Maryam bertabur selai , langsung lahap. Bukan bohong, tapi ga mau makan pakai rendang :-(

Ketika saya bertemu teman dan menanyakan kabar  sedang beliau menjawab dengan sekilas tanpa bertatap mata dan grogi, jadi bertanya. Ada apa ? Kemudian bertemu teman lain, yang berjanji memberikan sesuatu yang saya butuhkan. Dengan alasan aneka rupa, canceled. Aneh.

Berteman dan berkompetisi menurut saya  adalah hal yang bisa seiring sejalan tanpa harus meniadakan. Di era digital sekarang, kompetisi bukan lagi head to head dengan mematikan pihak lain. Justru dengan mencari ceruk pasar lain. Memberikan diferensiasi yang  justru menguntungkan end user bukan dengan menjegal  langkah kompetitor.
It’s so yesterday.
Jadul
Ndeso

Bersiap dengan perubahan atau tergilas jaman.
Bukan tentang pilihan tapi tindakan nyata.

Sudah era FINTECH, masih saja diribetkan