Saturday, November 28, 2015

Jadi Orang Tua Tidak Ada Sekolahnya

SEMINAR  PARENTING KBIT PERMATA HATI
28 NOVEMBER 2015
Mengikuti seminar parenting yang dimotori FKOMG KBIT PERMATA HATI BATANG
Lokasi pendopo kabupaten
Jadi ingat ingin membuat Seminar ASI, kelak disini tempatnya.
Inden aaah.

"Bu, anak saya aktif sekali, tidak bisa diam."
"Usia berapa?"
" 5 tahun."
"Wajaar, Bu. Kalau usia  8 tahun masih tidak bisa diam, baru memerlukan observasi."
Iya, anak usia belum sekolah , kurang dari 6 tahun, adalah wajar berlarian aktif kesana kemari. Energi anak usia balita memang luarbiasa dan harus dikeluarkan. Itu kenapa sekolah PAUD dan TK ada metode PAGI CERIA. Yaitu metode bernyanyi, bermain dan  berlari pagi hari dari jam 8- 9, sebelum aktivitas belajar dimulai. Gunanya untuk mengeluarkan semua energi anak sembari menstimulasi gerakan motorik. Naah pada jam belajarnya yaitu jam 9, anak sudah merasa lelah dan bisa duduk tenang.
Baru tahu !

Metode pendidikan yang efektif :
1.      Pendidikan dengan keteladanan.
   Rubah perkataan
  "Sana, bereskan mainan" ganti dengan " Yuk, mainan dibereskan"
  "Sana mandi" ganti dengan "Ayo mandi, sudah ibu siapkan handuknya"
   Jika keluarga terbiasa sholat berjamaah, maka anak akan mengikuti. Ajak anak laki-laki sholat            berjamaah di masjid.
2.      Pendidikan dengan pembiasaan.
  Saat kebiasaan baik diajarkan sejak kecil, maka spontan anak akan melakukan.
 Seperti kebiasaan membuang sampah di tempat sampah. Sehingga dimanapun berada, jika anak  memiliki bungkus makanan dan tidak menemukan tempat sampah, akan memasukkan bungkus    makanan tersebut ke dalam tas.
3.       Pendidikan dengan nasihat.
  Anak usia belasan, ABG, sudah tidak bisa dimarahi jika tidak benar melakukan sesuatu. Misal  sholat diakhir waktu. Ibu-ibu biasanya akan merepet saat si anak sholat Shubuh menjelang Dhuha.Triknya ajak biacara anak .
“ Nak, sepertinya surga Ibu dengan surga kamu beda ya.”
“Kenapa beda, Bu?”
“Iya, surga Ibu untuk orang-orang yang sholatnya tepat waktu. Kalau surgamu isi nya orang-orang yang sholat sesuka waktu”
“Aaahh ibu…jangan gitu dooong.”
Cerita ini nonjok ! Jleb!
4.      .Pendidikan dengan kontrol dan pengawasan.
Biarkan anak balita aktif , resikonya rumah berantakan.Kemudian nanti ajarkan tanggungjawab. Sebuah rumah dengan 3 anak balita, dan rumahnya rapi, justru jadi pertanyaan. Anak-anak seharian ngapain aja?
5.      Pendidikan dengan hukuman
Anak balita melakukan kesalahan? Boleh dihukum kah? Boleh ternyata, tapi dengan kesepakatan dan konsekuensi. Misal anak tidak mau merapikan mainan mobil-mobilan, maka konsekuensinya besok tidak boleh mainan mobil-mobilan. Kalau anak tidak mau bangun pagi konsekuensinya tidak boleh ikut pergi.Diam dirumah. Sendirian ! 
Haaah what hahahhaa
6.    Kenalkan konsep halal dan haram sejak dini.

Makanan halal dan haram. Aurat orang lain yang boleh dilihat. Situs internet apa yang boleh diakses.

Anak becermin pada orangtuanya.

Monday, November 16, 2015

RITUAL SENIN MALAM



Senin semangaaaat, iya kerja hari Senin biasanya rada malas menggerakkan kaki melangkah menuju kantor (naik motor ), kali ini semangat. Why? Karena malam hari ba'da isya ada Webinar Sekolah Perempuan Gelombang 10. Kalau minggu lalu masih setengah apriori , apasih yang akan disajikan para mentor secara mereka bukanlah penulis favorit saya. Peace Cik Gu hehhee.
Tapi….semua berubah pasca webinar perdana tanggal 9 November ituuh barengan mbak Indari Mastuti lanjut 11 November bareng mbak Anna Farida. Banyak ilmu yang didapat. Pun sharing dengan teman-teman  yang sebagian berprofesi sebagai emak-emak rempong macam sayaah. Wait, ternyata beberapa teman SP10 udah ada yang menerbitkan buku .Wooww .Saya ? Tutup muka! Mulai bongkar file-file lama. Mana tahu bisa kayak Dee bikin Filosofi  Kopi atau Rectoverso  yang merupakan hasil kompilasi cerita dari masa lalu dan kini. Dooorr !! Banguun!
Iyap. Senin malam pukul 19.30 sudah mulai prepare meja (setrikaan) buat alat meletakkan laptop. Iya si NEC sudah tuir, bulan depan 1 windu kebersamaanya dengan saya,  tak punya batere sendiri. Jadilah bergantung nyawa pada ceblokan listrik. Keenan bertanya Bunda mau kerja? Oh tidak Keenan, Bunda mau belajar. Keenan juga mau belajar Bunda. Nanti ganti-gantian lihat  backhoe yang Bunda.
Baiklah ! Keenan selalu disamping saya selama 3 sesi webinar. Menggrecoki emaknya yang sedang serius mendengarkan sang mentor. Keenan minta dibukakan (browsing) gambar backhoe dan tractor. Jadilah webinar via earphone. Hanya sesekali lihat slide. Sayangnya satu jam belum berlalu, kendala suara kembali hadir. Sepi.Sunyi. Senyap. Sambil mem-puk-puk ,
pantat Keenan dengan tangan kiri, sementara tangan kanan sigap memencet kursor sambil melihat typing di chat box.
Outline! Mulai serem materinya…Wuhuuy sudah download contoh outline nya mbak Anna dan Mbak Juli.Astagaaaaa, kirain outline selembar doing. Ternyata 20 halamaaan.Ini mah cerber. #lap kringet.

Pokok e semangat laaah

Monday, November 9, 2015

Sekolah Perempuan 10 part 1

Senin, 9 November 2015 Sekolah Perempuan edisi perdana dimulai tepat 20.00. Sempat ingin absen karena badan masih pegal-pegal plus ngantuk sisa dari Weekend Fun Trip Batu-Bromo. Kata suami ijin aja tidak masuk sekolah, hahahha.
Thus laptop mulai saya nyalakan sejak 19.30 sekalian ngecek jaringan internet. Kali ini pakai Indosat Mentari harga 35ribu kuota 3 G (tulisannya begitu, entah senyatanya). Ketika digunakan untuk ujicoba webinar Minggu lalu, lancar banget sih. Masih marahan dengan Three karena 2 minggu terakhir lemot sangat. Padahal harga kartu perdananya semakin mahiiil.
Pukul 20.00 tepat Teh Indari Mastuti memulai sesi webinar dengan menampilkan beberapa slide. 15 menit berlalu berjalan lancar, ketika di live chat beberapa kawan mengeluh  tidak mendengar suara Teh Indari, saya masih santan. Nyala kok disini. Jelang menit ke 20, mulai suara ada dan tiada. Bahkan jaringan terputus dari server berkali-kali. Fiuuuhhh. Perjuangan sungguh. Jadilah menyimak livechat dengan sesekali meng-copy chat paste ke word  supaya bisa terbaca. Karena kalau hanya membaca di livechat, sering ketinggalan history bagian atas karena chat box yang kecil.
Alhamdulillah masih bisa mengikuti. Poin penting nya KOMITMEN DAN KONSISTENSI. Biasakan menulis tiap hari. Jika target 1 buku dengan 120 halaman harus jadi dalam 30 hari maka tiap hari harus 4 lembar. Fiuuh lap keringat. Waah kalau saya belum berani menyebutkan sekian halaman, secara sudah alamat lama tidak pernah menulis lagi, di blog, di facebook sekalipun. Tapi saya berani berjanji setiap hari akan menulis minimal 30 menit di waktu dini hari kira-kira jam 03.00 sebelum memulai aktivitas memasak atau pada saat jam istirahat kantor 12.30.
Dan hari ini saya mulai ! Sengaja!Begitu adzan Duhur langsung ambil air wudhu jam 11.30.Selesainya kabur beli makan siang. Daaan 12.30 sudah anteng depan laptop. Kalau dikantor koneksi wifi amaaan.
Target perdana mau menulis feature perjalanan ke Bromo weekend kemarin, sambil nunggu kompilasi poto-poto. IYESS.Semangat



Sunday, November 1, 2015

Sekolah Perempuan

Besok 2 November 2015 adalah running perdana Sekolah Perempuan.  Entah kenapa saya sebegitu semangat ikut kegiatan itu. Pake bayar pulak. Lumayan untuk ukuran emak-emak macam saya. Lumayan mahall. Tetapi saya berani 'bertaruh' ini. Maksudnya investasi ilmu. Alhamdulillah pas ada rejeki yang tidak masuk pos belanja bulanan. Jadi tidak mengganggu menu makan bulanan hahhah. Palingan, belum jadi beli anting-anting baru !!!
Yes, setelah lebih dari 2 tahun atau malah 4 tahun ya, absen aktif di facebook, kini mulai rajin buka-buka lagi. Tidak selalu update status laah, masa-maa itu sudah lewat. Masa muda , saat narsis masih meraja, sekarang sedikit insyaf, maklum suami tidak punya mental senarsis saya.
Facebook nyaris saya tutup karena menurut saya semakin banyak berisi hala-hal yang kurang bermanfaat, sharin artikel yang justru menjerumuskan atau sekedar curhat tidak jelas. Kemudian saya menemukan beberapa grup di facebook yang cukup menarik, kemudian berkenalan dengan orang-orang dalam komunitas tersebut. Ada banyak ilmu disana.
IIDN salah satunya. Istilahnya..'seruput ilmunya'.

Bakalan dapat ilmu tentang kepenulisan dari Indari Mastuti. Salah satu penulis perempuan produktif. Meski saya belum punya bukunya satupun. Namun cara memberi motivasi -asyik.

Lets try``