Saturday, June 24, 2017

Mudik Lancar Via Jalan Tol Fungsional Batang-Semarang

tayang di ucweb (23/6/2017)

Pengoperasian Jalan Tol Fungsional (JTF) Batang-Semarang, cukup efektif mengurai kemacetan di jalur Pantura, terutama kota Pekalongan dan kab Batang yang tidak memiliki jalan lingkar (ring road). Pengalaman tahun-tahun sebelumnya pada H-4 jalan sudah padat dan pihak kepolisian membuat pembatasan  di As jalan sehingga mengurangi simpangan atau tikungan kendaraan dari warga lokal. Sedang tahun 2017, perlakuan tersebut baru dilakukan pada H-3 pada lokasi tertentu. Jalan pantura Pekalongan-Batang pun cukup bersahabat.

Sementara itu pemudik dari Jakarta arah ke Semarang terlihat lancar melalui JTF paket I jembatan Pasekaran Batang. Sesuai himbauan Kepala Humas PT Jasa Marga Semarang-Batang Iwan Abrianto ,yang dilansir tempo.com (22/6/2017) , agar kendaraan dipacu maksimal 40km / jam. Hal ini dikarenakan sifat darurat jalan tol yang masih berupa beton tipis, pun masih banyak material di sepanjang jalan.

Guna mengurangi debu jalan tol, penyiraman jalan tol oleh sejumlah mobil tangki air dilakukan oleh tim satuan tugas di PT JSB. Penyiraman air dilakukan di lokasi rawan debu. "Secara umum, lalu lintas di ruas itu mengalami peningkatan. Jika Senin lalu lintas di ruas tersebut melintas 800 kendaraan per jam, kemudian meningkat  1.400 kendaraan pada H-4", kata Iwan Abrianto."Kepadatan diprediksi terjadi pada H-2 dan H-1", lanjutnya.

Pengamanan selama mudik Lebaran 2017 memang terasa luar biasa, antisipasi berbagai pihak dilakukan untuk mencegah  hal tidak dinginkan. Polda Jateng mengerahkan 5 helikopter di jalan tol Brebes Timur hingga Gringsing, seperti dilansir Solopos (18/6/2017)

Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono di Kota Semarang, Minggu (18/6/2017), menyebutkan kelima unit helikopter itu bakal ia siagakan selama musim mudik Lebaran 2017 di jalur jalan tol fungsional ruas Brebes Timur hingga Gringsing, Kabupaten Kendal. “Untuk kebutuhan kalau ada evakuasi darurat di ruas tol fungsional,” kata Condro Kirono.

http://tz.ucweb.com/6_1S5tA

Friday, June 9, 2017

5 Jurus Bijak Menghabiskan THR

photo :waktuku 19122016 (edited)
Bulan Ramadhan dan menjelang hari raya sering diidentikkan dengan budaya konsumtif. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) , konsumtif berarti bersifat konsumsi (hanya memakai, tidak menghasilkan sendiri). Sedang dalam pengertian populer perilaku konsumtif didefinisikan sebagai perilaku membeli barang atau jasa yang berlebihan, walaupun tidak dibutuhkan (Moningka, 2006). Misal gonta-ganti gawai setahun 4 kali  atau ganti mobil setiap tahun. Namun jika hanya membeli aneka hidangan yang di hari biasa tidak dilakukan, kemudian menjelang buka puasa menjadi kewajiban, bukanlah konsumtif. Seringkali hanya lapar mata, karena tiba saat adzan Maghrib berkumandang, 3 butir kurma dan segelas air bening sudah Masya Allah nikmatnya.

Menjadi perilaku konsumtif saat setiap bulan membeli pakaian baru, sementara saat hari raya juga memaksa untuk membeli pakaian baru minimal  2 stel, sandal baru, tas baru, cincin dan gelang berkilau. Nah, yang demikian itu memang membudaya di Indonesia. Lebaran menjadi salah satu ajang pencapaian tidak hanya dari sisi spiritual namun lebih dominan juga secara materi, dengan peampilan secara lahiriah.

Salah satu penyebab semua ini adalah Tunjangan Hari Raya alias THR , yang hanya diberikan setahun sekali khususnya bagi kaum pekerja. Momen memiliki uang berlebih itulah yang digunakan untuk membeli aneka benda yang hendak dikenakan saat Lebaran tiba, alih-alih sebagai bentuk rasa syukur setelah berpuasa sebulan lamanya.

Meski selalu berulang setiap tahun, mulai tahun ini mari mulai berbenah,   bagaimana memanfaatkan dana THR secara bijak dalam 5 jurus.
Pertama
Ambil minimal 10 % dari THR  untuk  zakat fitrah, zakat maal dan sedekah. Jangan lupakan yang wajib dikeluarkan untuk membersihkan harta kita. Ustadz Yusuf Mansur sering mengingatkan bahwa sesuatu yang  kita berikan kepada orang lain tidak akan  membuat harta kita berkurang. Justru sebaliknya, bertambah dan berkah.
Kedua
Sisihkan 15 % dari THR untuk biaya sekolah anak atau ditabung.  Menurut Prita Ghozie dari ZAP Finance, jika selama ini kita belum mampu mengumpulkan dana darurat (dana cadangan) secara rutin, maka sebagian THR  bisa disisihkan untuk hal tersebut. Apalagi lebaran  tahun 2017 ini  bertepatan dengan jelang tahun ajaran baru sekolah.
Ketiga
Alokasikan setidak nya 25% dari THR untuk kebutuhan mudik. Bayar kembali dana pembelian tiket pesawat/tiket kereta/bus yang kemarin, mungkin, diambil dari dana darurat atau tabungan. Jika  Anda mudik menggunakan kendaraan  pribadi anggarkan untuk check up mobil di bengkel langganan bahkan pembaharuan asuransi mobil. Daihatsu (18/5/2017) dalam laman resminya memberikan tips selain cek fisik kendaraan secara menyeluruh, juga jangan lupakan perlengkapan P3K.
Kempat
ummionline872015
Gunakan dana 25% dari THR untuk persiapan lebaran seperti baju baru, kue lebaran hingga   angpao. Banyak di pasaran tersedia aneka amplop lucu yang bisa juga menjadi hadiah bagi anak dan keponakan.


Kelima
Sisanya 25 % dari THR untuk tambahan biaya hidup harian keluarga yang meningkat selama bulan Ramadhan dan awal Syawal,  seiring dengan kenaikan harga barang.

Satu hal lagi  yang semestinya diperhatikan, habiskan THR Anda, bukan Gaji Anda. Simpan dana gaji seperti seharusnya . Jika semua uang di rekening terkuras habis, maka Anda akan tekor setelahnya.
Selamat merayakan kemenangan !



Saturday, June 3, 2017

Choctar - versi lain Nastar

RAMADHAN 1438 H
Day  8th

Sabtu ini saya belanja telur dan tepung. Hasrat membuat kue kering sendiri sedang membuncah. Tidak untuk dijual, tapi untuk konsumsi sendiri.  Buat ngisi toples. Buat ngisi meja tamu. Meski biasanya habis di makan sendiri :-p. Dua tahun lalu pernah semangat membuat coklat praline untuk dijual.  Dan 23 toples itu berhasil membuat saya begadang seminggu J.

Balik ke masa kecil, saat dulu belum banyak  orang berjualan kue kering , saya, ibu dan kakak-kakak setiap 3 hari menjelang lebaran akan sibuk membuat aneka  penganan semacam nastar, cheesestick, dan cookies . Bahkan sirup pun, kami buat sendiri dengan membeli essense  jeruk dicampur gula. Alasan utama tentu saja hemat pangkal enak.

Nastar adalah target pertama karena ini kesukaan  si Ayah. Sedang target selanjutnya kastengels, favorite saya. Karena saya malas membuat selai nanas sendiri  plus ingin berbeda dengan kebanyakan orang, saya  ganti selai nanas dengan potongan coklat.  Yes, saya memang  chocolate lover. Jadilah Choctar

Mendapat  resep dasar Nastar  versi Ny.Liem dari  sini 

CHOCTAR modify
Bahan A:
- 150 gram mentega   (saya pakai Blue Band)
- 150 gram margarine (saya pakai Blue Band)
- 1 sendok teh vanila ekstrak (  stok habis :-p)
- 1 butir telur (putih + kuning)
- 1 kuning telur
- 100 gram gula bubuk (saya haluskan gula pasir dengan blender)
- 1/2 sendok teh esens susu (saya tidak pakai)

Bahan B, ayak menjadi satu:
- 40 gram susu bubuk  (nemu dancow putih 27gram)
- 500 gram tepung terigu protein sedang (serba guna), resep asli 475 gram

Bahan C untuk olesan: (ternyata 1 butir kuning telur cukup, tanpa pewarna tambahan)
- 3 butir kuning telur
- 1 sendok makan air
- 1 sendok teh minyak goreng
- 2 - 3 tetes pewarna makanan kuning telur

Bahan D:
- selai nanas untuk isi nastar (saya ganti dark chocolate yang dipotong kecil)

Cara membuat: 
Siapkan loyang datar untuk memanggang kue kering. Alasi permukaannya dengan kertas baking. Sisihkan. Bulatkan masing-masing selai nanas menjadi bulatan kecil sebesar kacang merah. Letakkan di piring lebar. Sisihkan.
Siapkan mangkuk mikser, masukkan bahan A. Kocok dengan speed sedang hingga tercampur dengan mengembang dan lembut. Matikan mikser. Masukkan bahan B, sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan menggunakan spatula hingga menjadi adonan yang tercampur dengan baik.

Timbang adonan masing-masing seberat 10 gram. Letakkan satu buah adonan di telapak tangan, pipihkan. Beri satu buah bulatan selai di tengah-tengah adonan, tutup adonan sehingga selai tertutup dengan baik. Bulatkan adonan dan gelindingkan di telapak tangan hingga permukaanya halus. Anda juga bisa membentuknya menjadi lonjong.


Bagian paling melelahkan dari membuat nastar adalah saya tidak memiliki mesin yang bisa mencetak bulatan kecil secara otomatis. Jadilah adegan menggelinding dan membulatkan adonan  cukup melelahkan punggung.  Mungkin karena  mengocok mentega terlalu lama, maka kue choctar  imut  jadi menggendut bin menggemaskan.

Belum layak diplay di bakery karena bentuknya tidak standar. Besar, kecil, bulat, oval J. Tapi menurut saya sudah lebih baik dari sebulan lalu saat ujicoba pertama.  Karena khawatir kue tidak matang, malah terlalu lama dalam oven menjadikan kue terlalu coklat.
Kali ini warnanya sudah cantik J

Friday, June 2, 2017

Menikmati Proyek Jalan Tol Batang

RAMADHAN  1438
Day 6th

Bulan April – Juni  ini sungguh panen libur. Jika  April ada 2 pack long weekend, bulan Mei  ada 2 libur hari Kamis lanjut tanggal 1 Juni libur lagi hari Pancasila. Aish, liburan apalage ?! Pada banyak orang, berkali-kali tanggal merah itu menyenangkan. Anak sekolah apalagi, hurrayJ Pekerja kantoran  ? Hurray pakai banget, jauh-jauh hari dilingkari untuk cuti versi celebrity on vacation . Namun untuk sebagian lain, liburan berkali-kali sedikit mengganggu dan un-productive. Ketika target belum tercapai, ngos-ngosan juga dengan berkali-kali jeda apalagi jika berhubungan dengan pengurusan hal-hal birokratis.

Kamis lalu, libur yang kesekian , dan saya begitu menikmati (karena kamis yang lain tetap ngantor :-) Asyik juga ternyata libur  ditengah weekdays. Hari itu kami berjanji pada Keenan untuk jalan-jalan melihat tol. Iya proyek jalan tol  Pemalang-Batang-Semarang melalui  daerah dekat rumah. Si Ayah sudah sering bersepeda offroad saat pembukaan  jalur jalan sedang berjalan. Sementara kemarin kami  menggunakan kendaraan roda dua.  Semula target operasional jalur tol tahun 2018, namun kemudian dipercepat agar bisa digunakan pada  jelang Idul Fitri 2017, minimal satu jalur pada pagi-siang hari. Sepanjang yang saya lihat pada jalur Batang, pada hari ke 6 bulan Ramadhan, baru 20% yang  menggunakan lean concrete. Selebihnya masih berupa tanah yang sudah dipadatkan. Cukup nyaman untuk dilewati pada hari cerah.


Ada banyak cerita dibalik pembangunan tol  di banyak daerah. Terutama dalam hal ganti untung pembebasan lahan. Banyak yang tiba-tiba kaya mendadak karena tanah kebunnya dihargai 10x lipat. Kemudian  banyak marketing bank mendekat J. Ada yang galau karena rumah kenang-kenangan dari orangtua harus direlakan. Ada yang keukeuh tak mau melepaskan sejengkal tanah rumahnya dengan alasan harga yang tidak sepadan. Maka jalan tol yang berbelok atau rumah ditengah jalan tol kadang masih ditemui, meski biasanya pemerintah dengan jargon –kepentingan- rakyat- banyak- tetap berkuasa.

Kabupaten Batang adalah  suatu daerah di timur Pekalongan. Proyek pembangunan jalan tol dan PLTU di pantai Ujungnegoro  berhasil merubah kondisi geografis dan perekonomian (sebagian ) masyarakat. Pembangunan infrastruktur jalan gencar dilakukan. Pembangunan hotel kian masif di daerah sebelah, yaitu kota batik Pekalongan.


Kemudian segala kemudahan infrastruktur membuat hasrat piknik  semakin menggelora. Mareee J

Thursday, June 1, 2017

Memilih pilihan

RAMADHAN 1438H
Day 5th

Laayasy robanna akhaduminkum qooimaa
Janganlah kamu minum sambil berdiri

Salah satu hadits yang paling sering diucapkan Keenan. Meaning, emaknya sering lupa :-p. Belajar bersama anak menjadi salah satu pola yang mengemuka saat ini. Iya system pembelajaran 20 tahun lalu tentu jauh berbeda dengan saat generasi Y mulai berinteraksi aktif dengan pengetahuan dari berbagai sumber. Pilihan atau memilihkan cara belajar bagi anak menjadi hal krusial yang dipikirkan. Tidak seperti jaman saya kecil, sekolah ya di SD dekat rumah. Sore hari sekolah Arab, dan malam hari mengaji di Mushola. Sesekali  bersama Bapak sema’an di rumah.

Sekarang ada banyak pilihan sekolah baik negeri  maupuan swasta dengan berbagai predikat. Seringkali biaya mengikuti. ‘Merk ga bakal bohong’ . Bahkan semakin banyak pesantren modern (baca: boarding school) yang ber kualitas. Diluar itu ada pula yang justru memilih model homeschooling (hs). Beberapa kisah yang saya baca hasil browsing ;jika dilakukan langsung oleh orangtua; keuntungan hs adalah kedekatan anak dan orangtua. Memacu kreativitas orangtua dalam memberikan pelajaran sesuai dengan keunikan masing-masing anak. Interaksi  intens untuk mengerti suatu hal tidak hanya dari textbook.

Paling  baru saya sedang membaca lembaga pendidikan milik Ustadz Budi Azhari ,   https://kuttabalfatih.com/kenapa-di-kuttab-al-fatih-tidak-ada-fasilitas-bermain/  yang secara mendasar  TIDAK MENGGUNAKAN metode belajar sambil bermain. Semua kurikulum berdasarkan kitab-kitab yang ditulis ilmuwan Muslim.
Penjelasannya sebagai berikut :


Semoga anak-anak kita menjadi anak yang sholeh. Aamiin.

Tuesday, May 30, 2017

Menikmati hidangan

RAMADHAN 1438H
Day 4th
Hadits Adab Makan
Sammillahakulbiyaminiika wakulmimmaa yaliika
Bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah yang ada didekatmu.

Salah satu hadits yang harus dihafal Keenan untuk jadual ujian hari ini. Selainnya ada hadits larangan minum dengan tangan kiri dan larangan meniup makanan. Ujian apa ? Ujian kelulusan TK A J

Bersyukur atas makanan yang terhidang di meja, itu pula yang sejak dahulu diajarkan Bapak. Belum pernah saya mendengar Bapak mengeluh mengenai masakan Ibu.  Menu sarapan dan makan siang sama, tetap lahab. Menu makan malam selama berhari-hari telur dadar kecap,alhamdulillah. Pun Keenan , asal ada telur atau tempe dengan sayur kuah, anteng dia.

Saya sedikit kesulitan menerangkan untuk  anak usia balita, bahwa puasa dengan menahan lapar itu untuk paham bahwa tidak semua hal yang kita inginkan bisa dipenuhi seketike. Belajar menahan ‘ingin. Belajar merasakan menjadi orang berkekurangan sehingga untuk makan sehari –hari kesulitan. Nyatanya sekarang kaum dewasa justru menjadikan ajang puasa untuk jor-joran menimbun makanan dan minuman menjelang berbuka puasa. Aneka menu terhidang. Puasa 10 jam menjadikan mulut dan perut kalap. Jika puasa hanya hanya menahan lapar semata, maka yang didapat hanya rasa kenyang.

Maka nikmat Allah  mana lagi  yang engkau dustakan (Arrahman:55)


Laayasy robanna akhaduminkum qooimaa
Janganlah kamu minum sambil berdiri

Salah satu hadits yang paling sering diucapkan Keenan. Meaning, emaknya sering lupa :-p. Belajar bersama anak menjadi salah satu pola yang mengemuka saat ini. Iya system pembelajaran 20 tahun lalu tentu jauh berbeda dengan saat generasi Y mulai berinteraksi aktif dengan pengetahuan.

Monday, May 29, 2017

Menu Sederhana nan Nikmat

RAMADHAN 1438 H
3rd day

Assalamualaykum , Bu, semoga selalu sehat. Untuk kesekian kalinya saya tidak bisa membersamai Ibu berbuka dan sahur di rumah. Waktu kecil saya sedemikian pemalas disuruh bangun sahur oleh Bapak. Mungkin itu pula yang membuat hidung saya kecil, karena setiap pagi selalu dijepit oleh jempol dan telunjuk Bapak. Dan saya tidak bosan (baca: dasar pemalas)  demikian pula Bapak.

Tidak ada yang istimewa dengan menu sahur kami kala itu. Paling mewah 2 butir telur dadar dibagi empat atau  tempe goreng tepung. Tak lupa kecap manis. Menu buka puasa juga tidak jauh dari tahu, tempe, telur. Daging ayam ? Nunggu Bapak Gajian. Daging sapi? Nunggu lebaran haji.
Setidaknya ketika saya mampu  memilih menu protein hewani setiap hari, alhamdulillah Keenan bukan tipe anak picky eater.  Justru  tempe adalah makanan  favorit nya. Malas makan daging ayam apalagi daging sapi. Kenapa ? Malas selilitan. Susah ngunyah. Kecuali setelah  nonton serial Upin Ipin tema ayaam goreeeeng, sedapnyaaa..:-)

Dihari ketiga Ramadhan, Senin,  Alhamdulillah si Unyil tetap bertahan hingga adzan Dhuhur, meski tanpa pengawasan saya.  Semalam saya tanya kenapa tidak seperti hari Ahad, yang kuat menahan haus hingga ba’da Ashar. ‘Soalnya tidak ada Bunda, jadi aku lemes.’ Lebih tepatnya tidak ada yang mengalihkan perhatian kala haus melanda :-p. Kemudian saya ingat, dahulu Bapak rajin mengajak saya bersepeda keliling kampung saat sore menjelang berbuka.

Allahummafirli waaliwaalidayya warkhamhuma kamaarobbayaani shoghiroh
Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orangtuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil. Aamiin.