Monday, October 31, 2016

I’M MOVING and I’M HAPPY



Pindah rumah, pindah kos, packing seru. Saya nikmati semua proses  adaptasi lingkungan baru. Tapi tidak untuk sesi pindah kali itu. Saya harus memilih melanjutkan karir  (yang sepertinya akan gemilang) di kota atau pindah mengikuti domisili calon suami. 

Jika saya tetap tinggal  di kota peluang untuk menjadi perempuan berdaya dari sisi materi dan kepuasan ragawi dengan segala macam fasilitas akan tersedia.

Jika saya memilih mengikuti keinginan sang calon suami, maka saya harus rela bersepi-sepi di kota pesisir pantai utara  menyaksikan orang memegang canting dan menarikannya di atas sehelai kain panjang.  Tidak akan ada waktu kunjungan ke aneka pameran  megah di JCC atau Kemayoran . Tidak ada lagi jalan-jalan menelusuri kota tua dan duduk termenung di pojokan museum. Tidak ada lagi agenda bangun pagi-terburu-buru- hari Ahad , demi mendapat shaf depan di Masjid Sunda Kelapa. Tidak ada lagi…

“Bunda, aku bangun pagi !” Terdengar  suara lelaki kecil  dari arah belakang. Saya membalikkan badan dan memeluknya. “Keenan pintar, Bunda selesaikan cuci piring, setelah itu  Keenan mandi ya. Mumpung masih pagi, air masih nyala kenceng dan segar.”

Kesibukan saya enam tahun terakhir adalah pagi sebelum shubuh, menyiapkan sarapan  untuk keluarga dan perlengkapan sekolah anak. Iya, saya memilih  mengikuti saran calon suami untuk pindah ke kotanya. Dengan segala konsekuensi.

Kaget awalnya, kemudian beradaptasi. Segala hal terjustifikasi dengan sendirinya, tidak mudah, namun dijalani saja dengan riang. Apalagi ada pangeran kecil yang celotehnya semakin menggemaskan.

Nikmati saja :-)

I’M MOVING and I’M HAPPY



Pindah rumah, pindah kos, packing seru. Saya nikmati semua proses  adaptasi lingkungan baru. Tapi tidak untuk sesi pindah kali itu. Saya harus memilih melanjutkan karir  (yang sepertinya akan gemilang) di ibukota tercinta Jakarta atau pindah ke kota kelahiran calon suami yang tidak mudah bukan? Pada saat usia sudah  terbilang matang  untuk menikah  namun panggilan egoisme hati untuk meraih mimpi, passion serupa batu yang menahan langkah saya. 
Jika saya tetap tinggal  di Jakarta peluang untuk menjadi perempuan berdaya dari sisi materi dan kepuasan ragawi dengan segala macam fasilitas akan terpenuhi. Menikah ? Entah ada di porsi keberapa.
Jika saya memilih mengikuti keinginan sang calon suami, maka saya harus rela bersepi-sepi di kota pesisir pantai utara  menyaksikan orang memegang canting dan menarikannya di atas sehelai kain panjang.  Tidak akan ada waktu kunjungan ke aneka pameran  megah di JCC atau Kemayoran . Tidak ada lagi jalan-jalan menelusuri kota tua dan duduk termenung di pojokan museum. Tidak ada lagi agenda bangun pagi-terburu-buru- hari Ahad , demi mendapat shaf depan di Masjid Sunda Kelapa. Tidak ada lagi…
“Bunda, aku bangun pagi !” Terdengar  suara lelaki kecil  dari arah belakang. Saya membalikkan badan dan memeluknya. “Keenan pintar, Bunda selesaikan cuci piring, setelah itu  Keenan mandi ya. Mumpung masih pagi, air masih nyala kenceng dan segar.”
Kesibukan saya enam tahun terakhir adalah pagi sebelum shubuh, menyiapkan sarapan  untuk keluarga dan perlengkapan sekolah anak. Iya, saya memilih  mengikuti saran calon suami untuk pindah ke kotanya. Dengan segala konsekuensi.
Iya,pindah kantor mengakibatkan pendapatan saya berkurang separuh. Kaget awalnya, kemudian beradaptasi.  Segala hal terjustifikasi dengan sendirinya, tidak mudah, namun dijalani saja dengan riang. Apalagi ada pangeran kecil yang celotehnya semakin menggemaskan.

Nikmati saja J

Wednesday, October 19, 2016

Peran BEKRAF menaikkan derajat pelaku bisnis UMKM

Mendapatkan flyer acara BEKRAF di Pekalongan justru dari teman di Yogya. Workshop Seri kelas keuangan syariah  bertempat di ballroom Hotel Dafam Pekalongan 13-15 Oktober lalu. Saya diperkenankan hadir mesti tidak bisa full 3 hari. Saya baru tahu ternyata BEKRAF, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia,  merupakan lembaga pemerintah  yang fokus pada pembinaan UMKM. BEKRAF  banyak menyelenggarakan kegiatan worshop untuk para pelaku usaha kecil yaitu yang memiliki omset kurang dari Rp.5 Milyar setahun .

Berapa biaya ikut workshop tersebut? GRATIS. Bahkan mendapat akomodasi menginap di hotel karena seringkali acara berlangsung hingga larut malam. Para mentor yang berbagi ilmu level nasional , para praktisi yang sudah sukses di bidangnya.  Workshop yang saya ikuti adalah seri KEUANGAN SYARIAH dengan pembicara Liqwina Hananto (CEO QM Financial) , Ano Sajid (CEO INA isdev) , Nukman Luthfie (CEO Jualio.com),  M.B Teguh (pratisi Keuangan)dan Fadjar Hutomo (Deputi Akses Permodalan).

Beberapa bulan sebelumnya BEKRAF juga menyelenggarakan workshop kelas fashion dan kelas bisnis di Hotel Sahid Mandarin Pekalongan. Sedang di kota lain ada kelas membuat  packaging  produk dan pendaftaran HKI. Seru ya…

Tentu peminat sangat membludak. Kabarnya di Yogya pendaftar hingga 800 orang sedang yang  terseleksi  hanya 100 orang.  Betapa beruntung orang yang bisa hadir.
Tugas BEKRAF seperti disebutkan dalam ww.bekraf.go.id adalah mendorong kemajuan para pelaku ekonomi kreatif. Beberapa tugas tersebut dijabarkan dalam berbagai langkah, yaitu Identifikasi, Pembinaan, Membantu, Mengembangkan, Upaya Intermediasi, dan Pengawasan.


Kesukses pengusaha UMKM, menjadi pondasi penting perekonomian Indonesia.

Tuesday, October 11, 2016

TUNJUKKAN KEUNGGULAN DARI PADA (SEKEDAR) MENCARI-CARI KELEMAHAN LAWAN

Pilkada DKI memang paling menarik dibahas. Karena semua stasiun TV ada disana maka pemberitaan apapun tentang para pasangan calon jadi konsumsi yang enak, hangat dan empuk. Media sosial bahkan lebih mudah lagi menjangkau hingga titik terjauh. Sedemikian mudah berita kecil menjadi besar, berita sederhana jadi trending topic dan berita ga penthing jadi ulasan tiap hari.

Melongok tugas dinas Ahok ke Kepulauan Seribu yang melahirkan kontroversi karena menyentil Surat Al Maidah ayat 51, menandakan begitu mudahnya kita masyarakat sedemikian mudah terbakar oleh isu SARA. Penistaan agama menjadi senjata untuk menyerang Ahok yang sejak lama memang di musuhi. Padahal video lengkap pun belum tentu sudah di tonton. Asal bukan Ahok.

Dalam pemikiran sederhana saya :
1. Bahwa benar sebagai muslim jika akan memilih  pemimpin, harus muslim. SEPAKAT. Namun menurut saya ini dalam konteks negara. Dalam hal Indonesia berarti Presiden harus muslim. Sedangkan Ketua RT, Lurah Bupati tidak apa non muslim seperti pimpinan perusahaan juga bisa non muslim.
2. Bahwa benar Ahok harus cuti pada masa kampanye, karena belum mulai sesi kampanye sudah mulai ada kata-kata JANGAN PILIH SAYA.
3. Bahwa era kepemimpinan Jokowi-Ahok di Jakarta memang merubah banyak hal secara kebijakan dan infrastruktur. Program kali bersih, sodetan kali, pembersihan bantara kali , pembangunan MRT dll memberikan banyak dampak pada ibukota tercintah. Meski banjir masih juga menggenangi sebagian area Jakarta. Iya membenahi Jakarta tentu tidak cukup 5-10 tahun. Sedemikian komplek permasalahan Jakarta. Namun seberat apapun pasti ada solusinya. Tinggal bagaimana caranya. Ahok memiliki cara dan  gaya bicara yang lugas dan keras. Tindakannya cenderung represif kurang persuasif. Bisa jadi memang lingkungan tersebut tidak bisa di ajak  bicara pelan. Entah ya..saya hanya lihat dari tayangan TV dan baca koran saja.

PILKADA dimanapun berada atau era PILPRES kelak, rasanya lebih elok jika menunjukkan keunggulan dan kompetensi pribadi atau pasangan  untuk menarik simpati rakyat, daripada mencari-cari kesalahan lawan politik. Toh tujuannya sama untuk  masyarakah yang lebih baik dan lebih sejahtera.

Kalau saya pilih pemimpin yang muslim, cakap dan sopan.
Dan itu adalah suami saya :-)

Wednesday, October 5, 2016

PENTINGNYA DANA DARURAT


Apa itu DANA DARURAT 

Dana darurat adalah dana yg dialokasikan pada kondisi darurat seperti : kehilangan pekerjaan, sakit parah tak dicover asuransi,kebutuhan keluarga mendesak dll. Dana digunakan agar masih bisa hidup ' layak' saat pendapatan belum normal .

Berapa besar DANA DARURAT
Lajang -->4x pengeluaran bulanan
Menikah -->6 x pengeluaran bulanan
Menikah dg 1 anak -->9 x pengeluaran bulanan
Menikah dg 2 anak/lebih -->12 x pengeluaran bulanan
Wirausaha --> 12 x pengeluaran bulanan
Naah dana darurat bisa berupa apa saja? Berupa dana yang likuid, mudah dicairkan seperti tabungan , deposito, dinar emas, atau emas antam.
Misal Anda keluarga kecil dengan 1 orang anak. Pendapatan hanya dari suami yang bekerja dengan gaji Rp.5.000.000,- /bulan. Setiap bulan mampu menabung minimal Rp.800.000,- / bulan.
Jadi kebutuhan hidupnya berupa makan, bayar sekolah anak, bayar tagihan, bayar KPR dll adalah sebesar Rp.4.200.000,-
Maka dana darurat yang dibutuhkan adalah Rp.4.200.000 x 9 = Rp.37.800.000,-
Waaw besar ya ? Sebenarnya tidak. Dana tersebut bisa saja habis karena sang suami kecelakaan (na'udzubillah). Atau perusahaan tempat suami bekerja melakukan perampingan karyawan. Segala hal bisa berubah dan membalikkan hidup kita seperti roda berputar. Bahkan bagi seorang PNS sekalipun. Siapa bilang PNS tidak bisa di pecat ?
Mari berikhitiar , cukupkan sedekah dan zakat, kemudian tawakal.
Rezeki minallah. Rezeki dari Allah, sudah disiapkan. Apakah kita mau dan mampu menjemputnya :-)


:-)

Monday, October 3, 2016

BELAJAR MENGATUR KEUANGAN YUK


Mengenal konsep perencanaan keuangan jauh sebelum menikah. Gegara menonton tayangan Aidil Akbar di stasiun TV O Channel medio 2008 tiap pagi jam 07.00 jelang berangkat kantor. Selanjutnya banyak browsing dan menemukan Quantum Magna-nya Ligwina Hananto. Apa sih yang dibahas ? Tentang mengatur keuangan, lebih tepatnya mengatur gaji agar tidak habis dalam 2 minggu :-)
Konsep yang dikenalkan adalah 10-20-30-40. Waah apa itu ?
10% dari gaji untuk TABUNGAN (lallallaaaaa…)
20% dari gaji untuk biaya HOBI dan sosial (beli baju,travelling ,wisata kuliner , kondangan )
30% dari gaji untuk bayar HUTANG termasuk kartu kredit ( ambil kalkulator)
40 % dari gaji untuk HIDUP sehari-hari (what ? ga cukup dong !)
Kenapa musti dibagi seperti itu ? Untuk memudahkan pengaturan uang dan yang lebih puenthing mengerem keinginan macam-macam jika sudah over budjet. Mau pakai model amplop pun tetap bisa dijalankan asal sesuai bagiannya, jangan dilanggar !
Mari coba hitung, berapa gaji Anda ? Misal Rp.5 juta/bulan

1. TABUNGAN 10 % x Rp.5.000.000,- = Rp.500.000,-
Buat tabungan investasi, terpisah dari tabungan rekening gaji agar tidak bisa diambil sewaktu-waktu. Ada produk lembaga keuangan yang bisa melakukan installment/debet otomatis , sehingga dana langsung masuk ke rekening investasi.
Mengapa harus disisihkan lebih dahulu ? Karena jika mengikuti keinginan, gaji berapapun tidak akan pernah cukup. Seisi toko berasa mau dibeli semua ;-p .
Porsi tabungan PATEN tidak boleh kurang dari 10%
2. HOBI 20% x Rp.5.000.000,- = 1.000.000.000,-
Ini adalah dana untuk bersenang-senang. Seperti beli baju, beli tas, jalan-jalan, kulineran tapi jangan lupa, dana kondangan, dana menengok orang sakit juga bersumber dari sini.
Poin 1 dan 2 bisa ditukar. Jika Anda orang yang tidak suka shopping maka sebagian dana hobi bisa dialihkan ke TABUNGAN dengan cara investasi lain misal ke dinar emas, emas ANTAM atau reksadana.
3. HUTANG 30% x Rp.5.000.000,- = Rp.1.500.000,-
Naaah lo sudah benar rasio ini? Punya tanggungan cicilan apa ajah ? Termasuk kartu kredit ya…
Cicilan KPR, cicilan mobil, cicilan Teflon, cicilan Tuppy hahay…#tiba2kalkulatorlenyap.
Rasio ini berlaku umum ya baik masih single atau sudah triple. Jika rasio hutang lebih dari 50 %, amat berbahaya jika ada kondisi darurat yang memerlukan dana lebih, maka bisa jadi untuk biaya hidup sehari-hari saja mepet. Porsi hutang paten tidak boleh lebih dari 30%
4. HIDUP 40 % x Rp.5.000.000,-= Rp.2.000.000,-
Cukup kah dana segitu untuk biaya makan dan biaya sekolah anak ? Jika tidak cukup bisa mengakuisisi dana HOBI yang berarti Anda harus mengurangi jajan kulineran agar cukup untuk biaya les piano anak :-):-)
Silakan lakukan simulasi. Ga usah ngeles daah. Angka diatas sebatas panduan. Jika dipatuhi hidup Anda akan lebih tenang, jika poin 3 mbablas , silakan petak umpet sama debt collector ;-)
Jika konsep diatas tidak dijalankan, tidak ditangkap KPK kalau melanggar. Palingan di omong mertua karena keseringan nebeng makan malam hahha.